Kadis Sosial Dampingi Bupati Aceh Utara Perjuangkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA | PASESATU.COM — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Aceh Utara, Fakhrurradhi, S.H., M.H., mendatangi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di Jakarta untuk membahas bantuan bagi masyarakat terdampak banjir yang belum terakomodasi dalam data penerima bantuan pemerintah.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi bersama Satgas Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera, Kemensos RI, Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, serta Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (1/10/2026).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyampaikan kondisi masyarakat terdampak banjir di lapangan, khususnya terkait adanya warga yang dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dalam data yang menjadi dasar penyaluran bantuan pemerintah.
Ayah Wa menekankan pentingnya penyelarasan data antara kondisi faktual masyarakat dengan basis data pemerintah. Menurutnya, pendataan yang akurat diperlukan agar masyarakat yang terdampak bencana dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Persoalan tersebut selanjutnya dibahas bersama BPS dan instansi terkait untuk dilakukan verifikasi serta penyepadanan data berdasarkan kondisi masyarakat di Aceh Utara.
Pemkab Aceh Utara berharap proses tersebut dapat memastikan warga terdampak yang belum tercatat atau belum terakomodasi memperoleh kepastian dalam skema bantuan pemerintah.
Didampingi Kadis Sosial P3A, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan kondisi masyarakat secara langsung dalam forum koordinasi tersebut. Pemerintah daerah menyatakan akan terus mengawal proses pendataan dan koordinasi dengan pemerintah pusat hingga persoalan data warga terdampak mendapatkan penyelesaian.
Bagi Pemkab Aceh Utara, akurasi data menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Sebab, di balik setiap data terdapat masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan setelah terdampak banjir.***
Editor: Syahrul Usman



