Blog

  • SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Siapkan Berbagai Antisipasi, 45 Siswa Ikuti TKA Gelombang II

    SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye Siapkan Berbagai Antisipasi, 45 Siswa Ikuti TKA Gelombang II

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye (TJA), Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang II mulai Senin, 2 November hingga Kamis, 5 November 2026. Sebanyak 45 siswa mengikuti pelaksanaan ujian tersebut yang dibagi dalam dua sesi.

    Kepala SMA Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Indra Jaya Wiguna, S.Pd.I., menjelaskan bahwa dari total 45 peserta, sebanyak 23 siswa mengikuti sesi pertama, sedangkan 22 siswa lainnya mengikuti sesi kedua.

    Dalam menghadapi pelaksanaan TKA, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang berpotensi mengganggu kelancaran ujian.

    Salah satu kendala yang diantisipasi adalah kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Untuk itu, pihak sekolah telah menyurati PLN serta menyediakan genset sebagai sumber listrik cadangan.

    Selain itu, persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian. Sekolah menyiapkan kartu jaringan IM3 sebagai alternatif koneksi apabila jaringan WiFi mengalami gangguan.

    Sementara untuk mengatasi keterbatasan perangkat komputer, pihak sekolah mengambil langkah dengan meminjamkan laptop milik para guru agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal.

    Berbagai persiapan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pihak sekolah dalam memastikan pelaksanaan TKA Gelombang II berjalan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti.

    Kepala sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal.***

  • PLN ULP Panton Labu Siaga Jaga Keandalan Listrik, Dukung Kelancaran Pelaksanaan TKA SMA/SMK

    PLN ULP Panton Labu Siaga Jaga Keandalan Listrik, Dukung Kelancaran Pelaksanaan TKA SMA/SMK

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, berkomitmen penuh menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung kelancaran pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa SMA, SMK.

    Komitmen tersebut merupakan langkah strategis PLN dalam memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan TKA, sehingga seluruh perangkat komputer dan infrastruktur digital di sekolah dapat berfungsi secara optimal tanpa terganggu pemadaman listrik.

    Kepala ULP PLN Panton Labu, Azlinsyah, Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan pasokan listrik selama berlangsungnya ujian berbasis komputer tersebut.

    Menurutnya, keandalan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan TKA. Gangguan pasokan listrik berpotensi menghambat proses ujian dan mengganggu konsentrasi peserta didik.

    Karena itu, PLN ULP Panton Labu berupaya memastikan kesiapan jaringan distribusi listrik agar pelaksanaan TKA di wilayah kerjanya dapat berlangsung lancar.

    Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan PLN terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi sekolah-sekolah yang melaksanakan asesmen berbasis digital.

    Dengan dukungan pasokan listrik yang stabil, diharapkan seluruh peserta TKA dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan tanpa kendala kelistrikan.***

  • Bupati Ismail A. Jalil Tunjuk Muzakir, S.E. sebagai Plt Camat Tanah Jambo Aye

    Bupati Ismail A. Jalil Tunjuk Muzakir, S.E. sebagai Plt Camat Tanah Jambo Aye

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, menunjuk Camat Lapang, Muzakir, S.E., sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanah Jambo Aye, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan, menyusul promosi pejabat sebelumnya, Fauzi Saputra, S.IP., yang telah dilantik sebagai pejabat definitif Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara pada akhir Oktober 2026.

    Dengan amanah baru tersebut, Muzakir kini mengemban tanggung jawab memimpin dua wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Lapang dan Kecamatan Tanah Jambo Aye, sampai ditetapkannya pejabat camat definitif.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menjaga stabilitas birokrasi serta memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang berpotensi menghambat jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kecamatan Tanah Jambo Aye sendiri merupakan salah satu wilayah administratif yang cukup luas di Kabupaten Aceh Utara, dengan 47 gampong yang terbagi dalam empat kemukiman. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengawasan pemerintahan yang berkesinambungan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan maksimal.

    Sebagai Plt Camat, Muzakir diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memperkuat koordinasi bersama para mukim, keuchik, aparatur gampong, serta seluruh unsur pemerintahan di wilayah tersebut.

    Selain menjaga kelancaran pelayanan administrasi, ia juga diharapkan dapat mengawal pelaksanaan program pembangunan daerah dan memastikan berbagai kebutuhan masyarakat mendapat perhatian pemerintah kecamatan.

    Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Penunjukan pelaksana tugas ini diharapkan mampu menjaga efektivitas pemerintahan sekaligus memastikan masyarakat di Kecamatan Lapang dan Tanah Jambo Aye tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.***

  • Kadinkes Aceh Utara Dukung Program Satu Perawat Satu Desa, 852 Gampong Jadi Sasaran

    Kadinkes Aceh Utara Dukung Program Satu Perawat Satu Desa, 852 Gampong Jadi Sasaran

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri, menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, yakni program Satu Perawat Satu Desa.

    Program tersebut direncanakan menjangkau seluruh 852 gampong di Kabupaten Aceh Utara dengan menempatkan satu tenaga perawat di setiap desa. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendekatkan akses layanan kepada masyarakat hingga ke tingkat gampong.

    Samsul Bahri menjelaskan, keberadaan perawat di setiap desa diharapkan dapat membantu penanganan awal masalah kesehatan, memantau kondisi kesehatan masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit di lingkungan gampong.

    Terkait pembiayaan, gaji atau honorarium tenaga perawat direncanakan bersumber dari dana desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG), sehingga pemerintah gampong turut berperan dalam mendukung keberlangsungan program tersebut.

    Saat ini, program Satu Perawat Satu Desa masih memasuki tahap seleksi. Perawat yang dinyatakan lulus nantinya akan ditempatkan di desa masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dalam proses perekrutan, prioritas diberikan kepada putra-putri daerah setempat yang memiliki ijazah di bidang kesehatan. Selain memperkuat pelayanan kesehatan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan lokal.

    Dinas Kesehatan Aceh Utara menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program melalui pembinaan, pengawasan, serta penguatan standar pelayanan agar tenaga perawat yang ditempatkan dapat bekerja secara profesional.

    Hal tersebut disampaikan Samsul Bahri pada Selasa (3/11/2026).

    Program Satu Perawat Satu Desa menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di Aceh Utara. Namun, keberhasilannya tidak cukup hanya dengan menempatkan tenaga perawat di 852 gampong.

    Ketersediaan anggaran yang berkelanjutan, kejelasan status dan tanggung jawab tenaga perawat, serta pengawasan kualitas pelayanan menjadi faktor penting yang harus dipastikan. Dengan demikian, program unggulan pemerintah daerah ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target penempatan tenaga kesehatan.***

  • Sambut HUT Ke-81 Korp Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Kunjungi Kediaman Warakawuri

    Sambut HUT Ke-81 Korp Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Kunjungi Kediaman Warakawuri

    LHOKSEUMAWE | PASESATU.COM – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri Tahun 2026, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan anjangsana dengan mengunjungi kediaman keluarga Warakawuri, Senin (2/11/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh Kompol Muzakkir, S.H., didampingi Wadanyon B Pelopor, para PJU Batalyon B Pelopor, Danki 4, Wadanki 1, Wadanki 4, serta Ketua Bhayangkari Ranting Batalyon B Pelopor beserta pengurus.

    Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi tiga kediaman keluarga Warakawuri, yakni keluarga almarhum Aipda Munawir di Desa Ulee Matang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen; keluarga almarhum Bripka Hendri Nanda Pratama di Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara; serta keluarga almarhum Bripka Hermansyah di Desa Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

    Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh Kompol Muzakkir, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian keluarga besar Batalyon B Pelopor kepada para Warakawuri. Menurutnya, silaturahmi seperti ini penting untuk terus dijaga sebagai wujud penghargaan dan rasa hormat kepada almarhum anggota Polri yang semasa hidupnya telah memberikan pengabdian terbaik kepada institusi, khususnya Korps Brimob.

    Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut, hubungan kekeluargaan antara personel Batalyon B Pelopor dengan keluarga besar Warakawuri senantiasa terjalin erat. Meskipun para anggota yang telah gugur tidak lagi bersama, jasa dan pengabdian mereka akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Korps Brimob Polri, Khususnya Satbrimob Polda Aceh.

    Melalui momentum HUT ke-81 Korps Brimob Polri Tahun 2026, semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan diharapkan terus terpelihara. Sebab, ikatan kekeluargaan Brimob tidak berhenti karena masa tugas ataupun waktu, tetapi tetap terjaga dalam setiap bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap jasa pengabdian.***

  • Ketua K3S Langkahan Apresiasi Asnawi Terpilih Aklamasi Pimpin PGRI Periode 2026–2031

    Ketua K3S Langkahan Apresiasi Asnawi Terpilih Aklamasi Pimpin PGRI Periode 2026–2031

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Terpilihnya Asnawi, S.Pd., sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, secara aklamasi untuk periode 2026–2031 mendapat apresiasi dari Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd.

    Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Langkahan yang berlangsung di Aula K3S Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin (2/11/2026).

    Rusli, S.Pd., menyampaikan bahwa terpilihnya Asnawi secara aklamasi merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan dari para guru terhadap sosok yang dinilai mampu membawa organisasi PGRI semakin maju dan berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan tenaga pendidik.

    Menurutnya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga menjadi rumah besar bagi para guru untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menyatukan langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

    Ia berharap kepemimpinan Asnawi ke depan dapat menjadi wadah yang terbuka bagi seluruh dewan guru, baik dalam menyampaikan aspirasi, memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru, maupun mendorong peningkatan kompetensi serta profesionalisme tenaga pendidik.

    “Terpilihnya Ketua PGRI secara aklamasi menunjukkan adanya kepercayaan dan kebersamaan. Kita berharap amanah ini dapat dijalankan dengan baik serta membawa organisasi semakin solid dan bermanfaat bagi seluruh guru,” demikian harapan Rusli.

    Sementara itu, Asnawi, S.Pd., sebagai Ketua PGRI Kecamatan Langkahan terpilih periode 2026–2031, diharapkan mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis dengan para kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

    Bagi para guru, momentum pergantian kepemimpinan ini diharapkan bukan sekadar perubahan kepengurusan, melainkan awal dari semangat baru untuk memperkuat persatuan, memperjuangkan aspirasi, dan bersama-sama memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Langkahan.

    Dengan semangat kebersamaan, PGRI diharapkan semakin hadir sebagai organisasi yang dekat dengan anggotanya, mendengar suara guru, serta menjadi kekuatan dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Aceh Utara.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Polsek Tanah Jambo Aye Sambangi MIN 11 Aceh Utara, Kapolsek Edukasi Siswa Tertib Berlalu Lintas dan Cegah Bullying

    ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kepedulian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan jajaran Polsek Tanah Jambo Aye melalui program Quick Wins Kapolri, Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK). Kali ini, Kapolsek Tanah Jambo Aye bersama personel menyambangi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Aceh Utara di Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin (2/11/2026).

    Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tanah Jambo Aye, IPTU Hasbi M. Isnya, S.A.P., didampingi Wakapolsek IPDA Indra Gunawan, S.H., M.H., CPM, serta sejumlah personel Polsek.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek melakukan pembinaan, sosialisasi, dan tatap muka dengan para siswa. Ia memberikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas serta mengingatkan para pelajar agar menjauhi perilaku perundungan atau bullying terhadap sesama teman.

    Kapolsek menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Karena itu, para pelajar diharapkan saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain.

    Kedatangan rombongan Polsek disambut Kepala MIN 11 Aceh Utara, Liliy ana, S.Pd., M.Pd., bersama dewan guru. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian jajaran kepolisian terhadap dunia pendidikan.

    Selain memberikan pembinaan kepada siswa, IPTU Hasbi M. Isnya juga mengajak pihak sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Ia menyampaikan bahwa apabila terdapat persoalan atau gangguan kamtibmas, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera menghubungi Polsek Tanah Jambo Aye. Pihaknya siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 1 x 24 jam.

    Melalui program POLIDIK, Polsek Tanah Jambo Aye berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara kepolisian, pihak sekolah, dan para pelajar, sekaligus menanamkan kesadaran hukum serta membangun karakter generasi muda sejak dini.

    Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.***

    Editor : Syahrul Usman

  • ​SMKN 1 Tanah Jambo Aye Gelar TKA Gelombang Kedua, 110 Siswa Siap Ikuti Ujian

    ​SMKN 1 Tanah Jambo Aye Gelar TKA Gelombang Kedua, 110 Siswa Siap Ikuti Ujian

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua pada Senin (2/11/2026). Sebanyak 110 siswa mengikuti ujian yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 November 2026.

    Kepala SMKN 1 Tanah Jambo Aye, Fardian, M.Kom., mengatakan bahwa seluruh peserta dibagi ke dalam tiga sesi ujian setiap harinya untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan tertib dan lancar.

    Sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB dengan jumlah 40 siswa yang ditempatkan di dua laboratorium komputer. Sesi kedua juga diikuti 40 siswa di dua laboratorium, sedangkan sesi ketiga diikuti 30 siswa yang dibagi ke dalam dua ruang, masing-masing 15 siswa.

    “Alhamdulillah, seluruh peserta sesi pertama pada hari perdana hadir tepat waktu. Sejauh ini pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Fardian, Senin (2/11/2026).

    Ia menjelaskan, pihak sekolah telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari perangkat komputer hingga kestabilan jaringan internet dan pasokan listrik.

    Untuk menunjang pelaksanaan ujian, sekolah menyediakan 40 unit komputer di dua laboratorium serta lima unit komputer cadangan. Koordinasi dengan pihak PLN dan Telkom juga telah dilakukan sebelumnya guna mengantisipasi gangguan listrik maupun jaringan internet.

    “Kami sudah melakukan koordinasi melalui surat kepada pihak PLN dan Telkom agar selama pelaksanaan ujian tidak terjadi gangguan yang dapat menghambat peserta,” jelasnya.

    Selain kesiapan fasilitas, pihak sekolah juga memberikan perhatian terhadap kedisiplinan dan kehadiran siswa, khususnya peserta yang berdomisili jauh dari lingkungan sekolah, seperti dari Kecamatan Baktiya.

    Menurut Fardian, sosialisasi telah dilakukan melalui rapat bersama wali murid serta komunikasi intensif melalui grup wali kelas. Para orang tua juga diminta ikut memantau dan memastikan anak-anak mereka hadir tepat waktu.

    “Sebelum pelaksanaan, kami sudah menggelar rapat dengan wali murid dan memanfaatkan grup komunikasi wali kelas. Alhamdulillah, seluruh siswa, termasuk yang tinggal jauh dari sekolah, menunjukkan kedisiplinan dan hadir sesuai jadwal,” tutupnya.

    Pelaksanaan TKA ini diharapkan dapat berjalan sukses hingga hari terakhir, sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengukur kemampuan akademik peserta didik secara objektif dan terarah.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Fasilitas Komputer Rusak Diterjang Banjir, Dewan Guru SMAN 2 Tanah Jambo Aye Pinjamkan Laptop demi TKA Siswa

    Fasilitas Komputer Rusak Diterjang Banjir, Dewan Guru SMAN 2 Tanah Jambo Aye Pinjamkan Laptop demi TKA Siswa.

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Banjir yang melanda wilayah Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, tidak mematahkan semangat keluarga besar SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye untuk memastikan para siswa tetap mendapatkan hak mengikuti pendidikan dan ujian.

    Di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana banjir yang menyebabkan sejumlah perangkat komputer sekolah mengalami kerusakan, pihak sekolah tetap berhasil melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berkat solidaritas dan kepedulian para dewan guru yang rela meminjamkan laptop pribadi mereka.

    Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Fitri Yeni, S.Pd.I., M.Pd., saat diwawancarai pada Senin (2/11/2026), menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama, sebanyak 17 siswa mengikuti ujian yang dijadwalkan pada tanggal 1 hingga 4 November. Selanjutnya, sesi kedua diikuti 17 siswa lainnya.

    Menurut Fitri Yeni, keterbatasan perangkat menjadi salah satu kendala terbesar yang harus dihadapi sekolah setelah terdampak banjir. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihak sekolah menyerah. Para guru menunjukkan kepedulian dengan membawa dan meminjamkan laptop pribadi agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian sesuai jadwal.

    Solidaritas Guru Jadi Penyelamat

    Di tengah keterbatasan tersebut, semangat kebersamaan menjadi kekuatan bagi SMAN 2 Tanah Jambo Aye. Bantuan laptop dari para guru menjadi bukti bahwa tanggung jawab terhadap pendidikan tidak hanya berhenti pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga diwujudkan melalui pengorbanan dan kepedulian terhadap masa depan peserta didik.

    Pihak sekolah juga memanfaatkan ruang guru sebagai tempat pelaksanaan ujian. Ruangan tersebut dilengkapi pendingin udara (AC) dan kipas angin untuk memberikan kenyamanan kepada siswa selama mengerjakan soal TKA.

    Siswa dari Daerah Jauh Tetap Terakomodasi

    Tidak hanya persoalan perangkat, pihak sekolah juga memperhatikan kondisi siswa yang berasal dari daerah cukup jauh, seperti kawasan Unit 5.

    Melalui koordinasi dengan para wali siswa, sekolah berupaya memastikan seluruh peserta dapat hadir tepat waktu. Bahkan, sebagian siswa memilih menginap di lingkungan sekolah maupun di rumah warga sekitar yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah.

    Langkah tersebut dilakukan agar jarak tempat tinggal dan keterbatasan transportasi tidak menjadi penghalang bagi siswa dalam mengikuti ujian.

    Berharap Perhatian Pemerintah

    Di balik keberhasilan pelaksanaan TKA tersebut, Fitri Yeni berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi SMAN 2 Tanah Jambo Aye, terutama dalam pemulihan dan pemenuhan fasilitas pendidikan berbasis teknologi informasi (IT).

    Menurutnya, ketersediaan perangkat komputer dan fasilitas pendukung lainnya sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran maupun pelaksanaan evaluasi pendidikan yang semakin bergantung pada teknologi.

    Ia berharap fasilitas pendidikan di SMAN 2 Tanah Jambo Aye dapat ditingkatkan dan disetarakan dengan sekolah-sekolah lain, sehingga para siswa memperoleh kesempatan dan pelayanan pendidikan yang sama.

    Pelaksanaan TKA di tengah keterbatasan pascabanjir ini menjadi gambaran bahwa kerusakan fasilitas bukan alasan untuk menghentikan langkah pendidikan. Dengan kebersamaan, kepedulian guru, serta dukungan berbagai pihak, harapan para siswa untuk terus belajar dan meraih masa depan tetap terjaga.***

    Editor : Syahrul Usman

  • Jelang 4 Desember, Eks GAM Didata, Cek Bay Pertanyakan Kepatuhan TNI-Polri terhadap MoU Helsinki

    Jelang 4 Desember, Eks GAM Didata, Cek Bay Pertanyakan Kepatuhan TNI-Polri terhadap MoU Helsinki

    ACEH UTARA | PASESATU.COM – Menjelang peringatan 4 Desember, pendataan terhadap mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali menuai protes. Ulèe Kompi GAM Sagoe Kulam Meudelat, Daerah IV Tgk. Chik Di Tunong, Wilayah Samudera Pase, Nasrizal alias Cek Bay, mempertanyakan langkah TNI dan Polri yang disebut kembali melakukan pendataan terhadap eks kombatan GAM.

    Menurut Cek Bay, pendataan tersebut tidak seharusnya diarahkan kepada mantan kombatan GAM. Ia justru meminta pemerintah memastikan jumlah personel TNI dan Polri organik yang bertugas di Aceh sesuai dengan ketentuan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

    “Tindakan ini sudah di luar kewajaran dan konteksnya tidak tepat. Seharusnya bukan anggota GAM yang didata. Sesuai dengan kesepakatan MoU Helsinki, yang perlu dipastikan adalah jumlah personel TNI dan Polri organik yang berada di Aceh,” kata Cek Bay, Senin (2/11/2026).

    Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Aceh tersebut menyebutkan, berdasarkan butir 4.7 MoU Helsinki, jumlah personel TNI organik di Aceh ditetapkan sebanyak 14.700 orang, sedangkan Polri sebanyak 9.100 orang. Dengan demikian, total personel kedua institusi tersebut mencapai 23.800 orang.

    Ia juga merujuk pada butir 4.5 dan 4.6 MoU Helsinki yang mengatur penarikan seluruh unsur tentara dan polisi nonorganik dari Aceh. Proses penarikan tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai 15 September 2005 dan harus selesai paling lambat 31 Desember 2005.

    “Pertanyaannya sekarang, apakah jumlah personel TNI dan Polri organik yang berada di Aceh sudah sesuai dengan ketentuan MoU Helsinki? Jangan sampai pemerintah Indonesia justru mengabaikan kesepakatan yang telah kita jaga bersama selama 21 tahun melalui tindakan-tindakan yang tidak beretika,” ujarnya.

    Cek Bay juga mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan aparatur pemerintahan gampong, khususnya para geuchik, dalam proses pendataan mantan kombatan GAM.

    Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah geuchik disebut diminta mendata mantan kombatan GAM secara terperinci untuk kemudian menyerahkan data tersebut kepada pihak yang meminta pendataan.

    “Informasi yang kami peroleh, para geuchik diminta mendata seluruh eks kombatan GAM secara detail dan mengirimkan data tersebut kepada mereka. Ini sebenarnya apa maksud dan tujuannya?” katanya.

    Ia mengingatkan para geuchik agar tidak mudah terprovokasi dan tidak terlibat dalam persoalan internal GAM. Menurutnya, aparatur pemerintahan gampong sebaiknya tetap menjalankan tugas sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya.

    “Geuchik cukup menjalankan roda pemerintahan gampong sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Jangan sampai ikut campur dalam persoalan internal GAM,” tegasnya.

    Selain persoalan pendataan, Cek Bay turut menyoroti polemik bendera Bintang Bulan yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Ia menyebut keberadaan bendera tersebut telah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

    “Bendera Bintang Bulan sudah memiliki payung hukum, yakni Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Jadi, jangan terus dipermasalahkan dengan alasan bahwa bendera tersebut merupakan simbol separatis,” ujarnya.

    Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan seluruh kesepakatan perdamaian yang telah dicapai antara Pemerintah Indonesia dan GAM pada 15 Agustus 2005.

    Lebih lanjut, Cek Bay meminta pihak-pihak yang terlibat dalam proses perundingan perdamaian untuk kembali mengambil tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai kesepakatan yang dinilai belum tuntas.

    Ia secara khusus meminta Hamid Awaludin selaku perwakilan Pemerintah Republik Indonesia dan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar, sebagai perwakilan GAM, agar mendorong penyelesaian seluruh persoalan yang masih menyangkut implementasi MoU Helsinki.

    “Kedua belah pihak harus bertanggung jawab terhadap kondisi Aceh saat ini. Jangan sampai pihak RI terus mencurigai eks GAM, seolah-olah perdamaian yang telah dicapai tidak dijalankan dengan penuh keikhlasan,” katanya.

    Cek Bay mengingatkan agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan tidak dibiarkan berkembang menjadi sumber ketegangan baru yang dapat mengganggu stabilitas perdamaian Aceh.

    “Jangan sampai persoalan kecil dan batu kerikil di lapangan justru menjadi benih-benih yang merusak perdamaian yang telah kita rawat bersama selama 21 tahun,” pungkasnya.***