BERITA TERKINI

Jalankan Perintah Ulèë Nanggroë Samudera Pasèe, Barona Raja Kembali Tangani ODGJ di Aceh Utara

Jalankan Perintah Ulèë Nanggroë Samudera Pasèe, Barona Raja Kembali Tangani ODGJ di Aceh Utara

ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Menjalankan perintah Ulèë Nanggroë Samudera Pasèe, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, Mawardi alias Barona Raja bersama Tim Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kembali bergerak menangani warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Aceh Utara.

Pada Rabu (30/9/2026), Barona Raja bersama tim menangani Sulaiman Alatif (49), warga Dusun Cot Mya, Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

Dalam proses tersebut, Tim Penanganan ODGJ berkoordinasi dengan UPTD Puskesmas Baktiya Barat, Polsek Baktiya Barat, dan Koramil Baktiya Barat. Sulaiman kemudian dirujuk ke RSUD Cut Meutia di Bukit Rata untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan lebih lanjut.

Ayah Wa mengatakan, warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa harus mendapatkan pertolongan tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.

“Na dua hal, yang pertama ureng pungoe dan yang kedua ureng peu pungoe-pungoe droë, juga bandua ta rayung u rumoh sakét,” kata Ayah Wa dalam bahasa Aceh.

Menurut Ayah Wa, kondisi kesehatan seseorang perlu dipastikan melalui pemeriksaan tenaga medis. Karena itu, penanganan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa harus dilakukan melalui pendekatan kesehatan.

“Baik lelaki maupun perempuan, tidak boleh ada lagi penderita ODGJ yang tidak mendapatkan penanganan. Semua harus kita obati dan kita bawa ke rumah sakit,” ujar Ayah Wa.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

“Di Aceh Utara tidak boleh ada lagi ODGJ yang tidak mendapatkan penanganan. Kita sebagai manusia harus memanusiakan manusia kembali,” katanya.

Ketua Tim Penanganan ODGJ Aceh Utara, Mawardi alias Barona Raja, mengatakan tim yang dipimpinnya berupaya mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam setiap proses penanganan.

Menurutnya, proses penanganan dilakukan dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta unsur terkait lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

“Setiap warga yang membutuhkan penanganan kami upayakan untuk mendapatkan pertolongan. Dalam prosesnya, kami berkoordinasi dengan pihak puskesmas, aparat kepolisian, TNI, keluarga, dan pihak terkait lainnya,” kata Barona Raja.

Terkait penanganan Sulaiman, Barona Raja mengatakan proses tersebut dilakukan bersama unsur terkait di Kecamatan Baktiya Barat sebelum yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit.

“Untuk Sulaiman, kami bersama pihak terkait melakukan penanganan dan kemudian membawanya ke RSUD Cut Meutia untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kami berharap yang bersangkutan mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Barona Raja juga mengimbau masyarakat dan keluarga agar tidak memberikan stigma kepada warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa.

“Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan pengobatan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu proses penanganan,” katanya.

Barona Raja turut menyampaikan terima kasih kepada Ulèë Nanggroë Samudera Pasèe yang telah memberikan mandat kepadanya untuk membantu menangani warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa di Aceh Utara.

Ia juga mengapresiasi kepedulian Ayah Wa terhadap masyarakat, khususnya dalam upaya memastikan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa memperoleh akses terhadap layanan medis.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Baktiya Barat, Rosdiana, SKM., M.K.M., mengatakan pihaknya turut mendampingi proses penanganan Sulaiman hingga dilakukan rujukan ke RSUD Cut Meutia.

Menurut Rosdiana, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien sekaligus menentukan bentuk penanganan yang sesuai.

“Pasien kami dampingi dalam proses penanganan dan dirujuk ke RSUD Cut Meutia untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut,” kata Rosdiana.

Ia mengimbau keluarga dan masyarakat memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa.

“Penanganan kesehatan jiwa membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kami berharap masyarakat tidak memberikan stigma, tetapi ikut membantu agar pasien mendapatkan pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan,” ujarnya.***