Proyek Jaringan Distribusi Aceh Utara Diduga Bermasalah, Galian Terbuka dan Parit Warga Rusak
![]() |
| Foto Ilustrasi. |
Hasil penelusuran di lapangan pada Jumat, 6 Februari 2026, menunjukkan sejumlah galian pipa dibiarkan terbuka tanpa penutupan dan pemadatan kembali. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.
Selain itu, pekerjaan proyek juga dilaporkan merusak parit milik warga. Pada beberapa titik, parit terlihat pecah akibat galian, namun hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pihak pelaksana. Akibatnya, aliran air terganggu dan kebersihan lingkungan permukiman terdampak.
“Setelah pipa ditanam, lubangnya dibiarkan begitu saja. Parit yang rusak juga belum diperbaiki,” kata seorang warga terdampak yang enggan disebutkan namanya.
Proyek tersebut merupakan bagian dari sejumlah paket pekerjaan pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah yang tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Pendanaannya bersumber dari APBK Aceh Utara dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025.
Hingga berita ini diturunkan, DPRKP Aceh Utara belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi maupun tanggung jawab atas kerusakan fasilitas warga. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kualitas pelaksanaan proyek, mengingat pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. (Tim)

