Bupati Aceh Utara Tegaskan PPPK Paruh Waktu Garda Terdepan Pelayanan Publik
Dalam amanatnya, Ayah Wa menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai aparatur negara yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sumpah janji yang saudara-saudari ucapkan hari ini adalah komitmen moral untuk hadir melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar formalitas,” tegas Ayah Wa di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu.
Ayah Wa menyoroti luasnya wilayah Aceh Utara serta tingginya kebutuhan layanan dasar di berbagai sektor. Menurutnya, kehadiran PPPK Paruh Waktu menjadi tulang punggung pemerintahan daerah dalam memastikan pelayanan tetap berjalan optimal hingga ke pelosok.
“Aceh Utara adalah daerah yang luas dengan tantangan pelayanan yang besar. Karena itu, kami membutuhkan peran aktif saudara-saudari di puskesmas, sekolah, kantor camat, dan seluruh unit pelayanan publik. Saudara adalah denyut kehidupan pemerintahan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah dijaga dengan integritas, disiplin, dan semangat pengabdian. Ayah Wa berharap PPPK Paruh Waktu tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan pelayanan masyarakat.
“Kami berharap saudara-saudari bekerja sepenuh hati, hadir memberi manfaat nyata, dan ikut mendorong kemajuan Aceh Utara melalui pelayanan yang lebih baik,” tutupnya.
Pelantikan tersebut diikuti oleh 8.094 PPPK Paruh Waktu dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga administrasi pemerintahan. Meski berlangsung di bawah terik matahari, para peserta tetap mengikuti prosesi dengan antusias hingga selesai.
Salah seorang PPPK Paruh Waktu dari Puskesmas Muara Batu, Herawati, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menanti pengangkatan sejak 2012. Ia berharap pemerintah daerah ke depan dapat memberikan peluang pengangkatan sebagai PPPK Penuh Waktu.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Aceh Utara. Ini adalah harapan yang sudah lama kami nantikan,” ujarnya singkat.
Usai Penyerahan SK Ayahwa juga mohon doa dan berselawat bersama dipimpin oleh Walidi Imam Masjid Agung Lhokshkon, dan mengakhiri kegiatan yang bersejarah dengan berfoto bersama di lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, momen haru terpancar dari wajar 8000an ASN, bahkan salah seorang sempat nangis dipundak Ayahwa sampul berpelukan dan meneteskan air mata.(*)

