BERITA TERKINI

Pasca Banjir, Bendungan Jambo Aye Kembali Dioperasikan

Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
Bendungan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aya
kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara kembali dioperasikan pasca banjir bandang, Sabtu (31/01/2026). Foto Abdul Rafar. 

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bendungan Jambo Aye yang berada di Kecamatan Langkahan kembali dioperasikan setelah sebelumnya terdampak banjir bandang. Pengoperasian kembali bendungan tersebut dilakukan setelah proses pembersihan dan penanganan pascabanjir.

Pengoperasian kembali Bendungan Jambo Aye dilakukan menyusul banjir bandang yang melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada 26 Desember 2025. Bencana tersebut sempat mengganggu sistem irigasi bendungan.

Pengoperasian bendungan ditandai dengan pelepasan air dari bendungan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Pada Sabtu (31/01/2026). 

Ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Jambo Aye, Setia Budi menjelaskan, pada tahap uji coba dilakukan pengaliran air ke Sub DI Pantonlabu. Kerusakan saluran Sub DI Pantolabu telah berhasil diantisipasi, sehingga 5.525 hektare lebih lahan sawah petani akan segera mendapat suplai air irigasi. Untuk Sub DI Lhoksukon, Sub DI Lueng Baro dan Sub DI Arakundo juga sedang diupayakan agar segera mendapat diairi.

Sementara itu, abrasi tanggul terparah terjadi pada Sub DI Mon Sukon, sehingga sawah petani di kawasan Baktiya Barat masih belum dapat menerima suplai air irigasi. Meski demikian, Setia Budi menyampaikan bahwa pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumater terus mengintensifkan upaya perbaikan agar Sub DI Monsukon dapat segera kembali dialiri air dari Irigasi Jambo Aye, sehingga aktivitas pertanian masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal.

Bendung Jambo Aye yang berada dibawah Balai Sungai Sumatera (BWS) Sumatera I memiliki peran strategis dalam mengatur stabilitas aliran Sungai Jambo Aye, mendukung pengairan lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur.

Salah seorang petani setempat, Zakaria, menyambut baik kembali beroperasinya bendungan tersebut. Ia mengatakan, sejak banjir melanda, para petani mengalami kesulitan dalam mengatur aliran air ke area persawahan.

“Kami berharap dengan kembali dioperasikannya bendungan ini, pengairan sawah menjadi lebih teratur sehingga hasil panen ke depan dapat meningkat,” ujar Zakaria.

Masyarakat berharap, dengan kembali berfungsinya Bendung Jambo Aye, potensi banjir serta persoalan irigasi yang selama ini dirasakan warga di dua kabupaten dapat berangsur teratasi.(*)