BERITA TERKINI

Dugaan Investasi Proyek di Lingkungan PTPN IV Regional 6 Berujung Laporan ke Polisi

Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
Dugaan Investasi Proyek di Lingkungan PTPN IV Regional 6 Berujung Laporan ke Polisi
Maimun (50), warga Desa Trieng Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, menunjukkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) usai melaporkan dugaan penipuan terkait investasi proyek di lingkungan PTPN IV Regional 6 Cot Girek ke Polres Aceh Utara, tertanggal 2 Februari 2026. Dok Ist. 

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dugaan penipuan bermodus investasi pekerjaan di lingkungan PTPN IV Regional 6 Cot Girek dilaporkan seorang warga Kecamatan Lhoksukon ke Polres Aceh Utara.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor:
STTLP/11/II/2026/SPKT/POLRES ACEH UTARA/POLDA ACEH, tertanggal 2 Februari 2026.

Pelapor, Maimun (50), warga Desa Trieng Matang Ubi, mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah menyerahkan dana yang disebut sebagai modal pembangunan pos jaga di area perkebunan.

Dalam laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian, Maimun menyebut dana tersebut diberikan kepada seorang pria berinisial MY yang saat itu diketahui menjabat sebagai Asisten Kepala (Askep).

Peristiwa penyerahan uang disebut terjadi pada 19 September 2025 di wilayah Cot Girek.

Menurut keterangan pelapor, ia diminta menyediakan modal sebesar Rp 63 juta dengan janji memperoleh keuntungan Rp 2 juta untuk setiap unit pos jaga yang direncanakan dibangun, dengan total sembilan unit.

“Dana diserahkan langsung di ruang kerja yang bersangkutan sebagai modal pekerjaan,” ujar Maimun, Jumat (13/2/2026).

Namun dalam perkembangannya, proyek yang dimaksud disebut tidak pernah terealisasi. Maimun mengaku sempat menghubungi terlapor dan menerima janji pengembalian dana.

“Ada komitmen untuk mengembalikan, tetapi sampai sekarang belum terealisasi dan yang bersangkutan sudah sulit dihubungi,” katanya.

Merasa dirugikan, Maimun akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor telah diupayakan untuk dihubungi, namun belum berhasil memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.(*)