BERITA TERKINI

Barona Raja Dari Samudera Pasèe Kembali Rujuk Warga Baktiya ke RSUD Cut Meutia

Barona Raja Samudera Pasèe Kembali Rujuk Warga Baktiya ke RSUD Cut Meutia

ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Mawardi yang akrab disapa Barona Raja dari Samudera Pasèe (Aceh Utara-red) kembali mendampingi proses rujukan seorang warga asal Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa ke RSUD Cut Meutia, Rabu (07/10/2026). 

Warga tersebut, M Rijal (39), dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Proses rujukan dilakukan melalui koordinasi dengan Puskesmas Baktiya, Muspika Kecamatan Baktiya Barat, keluarga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta pihak terkait lainnya.

Dalam proses tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut membantu pendampingan di lapangan bersama unsur Muspika. Kehadiran aparat kewilayahan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses rujukan berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan persoalan di lingkungan sekitar.

Barona Raja yang dipercaya sebagai Ketua Tim Penanganan ODGJ Kabupaten Aceh Utara mengatakan, pendampingan terhadap warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa merupakan bentuk kepedulian sosial yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa tidak semestinya hanya menjadi beban keluarga. Pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, masyarakat, dan unsur terkait memiliki peran masing-masing dalam memastikan warga memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Penanganan seperti ini membutuhkan kepedulian bersama. Kita berusaha membantu agar warga yang membutuhkan mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya,” kata Barona Raja.

Ia mengatakan, dirinya bersama tim akan terus berupaya membantu proses penanganan dan rujukan warga yang membutuhkan, dengan tetap berkoordinasi bersama tenaga kesehatan, keluarga, aparat kewilayahan, dan pihak berwenang.

Barona Raja juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil atau Ayah Wa (Ulee Nanggroe Samudera Pasèe-red) terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pendampingan dan pelayanan kesehatan.

Menurut Barona Raja, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanganan yang lebih terkoordinasi.

Ia menilai, perhatian terhadap warga yang mengalami persoalan kesehatan jiwa tidak cukup hanya dengan membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Setelah mendapatkan penanganan medis, diperlukan pula dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar.

“Ini bukan hanya soal merujuk ke rumah sakit. Setelah itu juga perlu ada perhatian dan pendampingan agar proses pemulihan dan kehidupan sosialnya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Barona Raja berharap kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa dapat terus diperkuat di Aceh Utara.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ikut mendukung proses pendampingan di lapangan.

Menurutnya, dukungan aparat kewilayahan diperlukan karena penanganan warga yang membutuhkan pendampingan khusus terkadang memerlukan koordinasi cepat antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, dan unsur keamanan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baktiya, Ns. Siti Meutia Salihati, S.Kep., M.Kes., mengapresiasi keterlibatan Barona Raja dalam membantu proses rujukan M Rijal.

Menurut Siti Meutia, koordinasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam penanganan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk mereka yang memerlukan penanganan kesehatan jiwa.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan pendampingan yang dilakukan Barona Raja. Sinergi antara Puskesmas, keluarga, tim penanganan, Muspika, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait sangat membantu proses rujukan,” kata Siti Meutia.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendampingan khusus.

Menurutnya, dukungan lintas sektor dapat membantu tenaga kesehatan menjalankan proses penanganan secara lebih terkoordinasi, sekaligus memastikan warga mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya.

Proses rujukan M Rijal turut mendapat dukungan unsur Muspika Kecamatan Baktiya, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor untuk membantu kelancaran proses rujukan hingga warga mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Keterlibatan aparat kewilayahan juga diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama proses pendampingan, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis serta menghormati martabat warga.

Penanganan warga dengan gangguan kesehatan jiwa membutuhkan pendekatan yang manusiawi, penghormatan terhadap martabat pasien, serta dukungan berkelanjutan.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga, pemerintah kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat menjadi bagian penting agar warga yang membutuhkan pertolongan tetap memperoleh pelayanan dan pendampingan yang layak.***