10 Bulan Menanti, SDN 7 Tanah Jambo Aye Kembali Gelar Belajar Normal
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Setelah hampir 10 bulan menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kondisi terbatas akibat renovasi, siswa dan guru SDN 7 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya kembali menggunakan ruang kelas secara normal.
Pantauan pada Rabu (7/10/2026), aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut telah kembali berlangsung di ruang-ruang kelas yang selesai diperbaiki. Para siswa tidak lagi mengikuti pembelajaran dengan sistem bergantian atau shift seperti selama masa renovasi.
Sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya terdampak proses perbaikan, termasuk ruang kelas dan perpustakaan, kini telah dapat digunakan kembali untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Kepala SDN 7 Tanah Jambo Aye, Azizah, S.Pd.I., menyambut baik kembalinya kegiatan belajar ke kondisi normal.
“Alhamdulillah, setelah perbaikan selesai, anak-anak kembali belajar dengan normal. Tentunya kami sangat senang karena suasana belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Azizah.
Menurut Azizah, masa renovasi menjadi tantangan bagi guru dan siswa. Keterbatasan ruang membuat sekolah harus menyesuaikan pola pembelajaran agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.
Karena itu, selesainya proses renovasi dinilai menjadi momentum bagi sekolah untuk kembali mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.
Sebelum digunakan sepenuhnya, pihak sekolah memastikan ruang kelas dan fasilitas pendukung dalam kondisi bersih dan siap digunakan. Aspek kebersihan dan keamanan juga menjadi perhatian agar siswa dan guru dapat beraktivitas dengan nyaman.
Azizah mengajak seluruh warga sekolah ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki.
“Ini fasilitas kita bersama. Mari kita jaga kebersihan dan merawatnya dengan baik agar tetap nyaman digunakan untuk belajar,” katanya.
Kembalinya KBM secara normal setelah hampir 10 bulan menjadi kabar baik bagi siswa dan guru. Mereka kini dapat kembali mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas tanpa harus menyesuaikan jadwal secara bergantian.
Bagi pihak sekolah, renovasi tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pemulihan ruang belajar yang selama ini terbatas sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.
Azizah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan dinas terkait atas dukungan selama proses perbaikan berlangsung. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para orang tua siswa yang telah memberikan pengertian selama kegiatan belajar dilaksanakan dalam kondisi terbatas.
“Terima kasih kepada pemerintah, dinas terkait, dan para orang tua siswa yang telah bersabar serta mendukung sekolah selama masa perbaikan. Semoga dengan selesainya renovasi ini, pendidikan di Aceh Utara semakin bangkit dan maju,” ujar Azizah.***
Editor : Syahrul Usman



