Aktivitas Ekonomi Warga Binaan Lapas Lhoksukon Masuk Pendataan BPS
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon menerima kunjungan Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Utara, Jumat (21/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon itu membahas pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi, khususnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menerima langsung kedatangan Kepala BPS Kabupaten Aceh Utara, Armelia Amri dan Tim , bersama sejumlah pejabat struktural Lapas.
Dalam pertemuan tersebut, tim BPS menjelaskan sejumlah hal berkaitan dengan pendataan kegiatan ekonomi. Salah satunya menyangkut program pembinaan kemandirian warga binaan yang selama ini menghasilkan berbagai produk dan kegiatan usaha di dalam Lapas.
Menurut pihak Lapas, kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Karena itu, pendataan terhadap aktivitas ekonomi tersebut dinilai perlu dilakukan secara tepat agar keberadaan dan perkembangan kegiatan usaha di lingkungan Lapas dapat tercatat dalam data statistik.
Koordinasi antara kedua instansi juga membahas teknis pendataan yang akan dilakukan di lapangan. Data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi yang berlangsung di lingkungan Lapas sekaligus menjadi bahan pendukung dalam pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Muhidfuddin mengatakan pihaknya menyambut baik pendataan yang dilakukan BPS karena kegiatan ekonomi yang ada di lingkungan Lapas merupakan bagian dari aktivitas pembinaan warga binaan.
“Kami menyambut baik kunjungan dan pendataan yang dilakukan BPS. Sinergi seperti ini penting agar kegiatan ekonomi, termasuk program pembinaan kemandirian warga binaan, dapat tercatat dengan baik dalam pendataan nasional,” ujar Muhidfuddin.
Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.
Ia berharap data yang nantinya dihimpun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas ekonomi di lingkungan Lapas sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan ke depan.
“Harapannya, data yang diperoleh dapat menjadi bagian dari basis data ekonomi daerah dan ikut mendukung pengembangan program pembinaan yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Selain membahas pendataan, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi teknis mengenai mekanisme pelaksanaan pendataan di lapangan. Pihak Lapas dan tim BPS melakukan koordinasi agar proses pendataan dapat berjalan lancar.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran Lapas Kelas IIB Lhoksukon dan Tim BPS Kabupaten Aceh Utara.***





