Harga Semen di Aceh Utara Mulai Turun, Berikut Daftar Harganya
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Aceh Utara mulai turun. Di kawasan Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, harga semen pada Selasa, 18 Agustus 2026, berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per sak, tergantung merek.
Semen Andalas dijual sekitar Rp85 ribu per sak. Semen Dynamix berada di kisaran Rp80 ribu, sementara sejumlah merek lainnya dijual sekitar Rp75 ribu per sak.
Penurunan harga tersebut menjadi kabar yang dinilai positif bagi masyarakat Aceh Utara, terutama warga yang masih memperbaiki rumah setelah terdampak banjir.
Namun, harga yang mulai turun belum sepenuhnya diikuti dengan kepastian pasokan. Seorang pedagang bahan bangunan di Panton Labu mengatakan stok semen saat ini masih tersedia. Kendati demikian, tokonya belum melayani pemesanan dalam jumlah besar melalui sistem delivery order (DO).
“Kalau barangnya untuk saat ini masih ada, harganya juga sudah turun. Namun, kami belum melayani pembelian dalam bentuk DO karena ketersediaan barang belum terjamin selalu ada,” katanya.
Kondisi tersebut membuat harga dan pasokan menjadi perhatian masyarakat Aceh Utara. Bagi warga yang sedang membangun atau memperbaiki rumah, ketersediaan material menjadi kebutuhan penting dalam proses pemulihan.
Selisih harga beberapa ribu rupiah per sak dapat memengaruhi total biaya apabila kebutuhan semen mencapai puluhan hingga ratusan sak. Karena itu, warga berharap penurunan harga tidak hanya bersifat sementara.
“Harapannya harga tetap stabil dan stok mudah didapat. Kalau sedang memperbaiki rumah, kebutuhan semen cukup banyak,” ujar seorang warga.
Pascabanjir, kebutuhan bahan bangunan di sejumlah wilayah Aceh Utara menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat. Selain harga yang terjangkau, kelancaran distribusi dinilai penting agar warga dapat memperoleh material sesuai kebutuhan.
Harga semen di Panton Labu saat ini mulai bergerak turun. Warga berharap kondisi tersebut berlanjut sehingga biaya pembangunan dan perbaikan rumah di Aceh Utara tidak kembali terbebani oleh kenaikan harga material.***



