Penjualan Seragam Sekolah di Aceh Utara Menurun Jelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas penjualan seragam sekolah di sejumlah toko perlengkapan sekolah di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengalami perlambatan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya konsumsi rumah tangga untuk kebutuhan pendidikan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko pada Rabu (8/7/2026), suasana pusat penjualan seragam sekolah tampak lebih lengang dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Rak-rak masih dipenuhi berbagai jenis seragam, sementara jumlah pembeli yang datang relatif sedikit.
Salah seorang pemilik toko mengaku omzet penjualan tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menurutnya, biasanya beberapa pekan sebelum sekolah dimulai, tokonya dipadati orang tua yang membeli seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka.
"Biasanya menjelang masuk sekolah pembeli ramai. Tahun ini jauh lebih sepi, sehingga penjualan juga ikut turun," katanya.
Ia menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penjualan. Di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, sebagian keluarga memilih menunda pembelian atau mengurangi pengeluaran untuk perlengkapan sekolah.
Selain itu, banyak orang tua memanfaatkan seragam lama yang masih layak digunakan sebagai langkah efisiensi. Keputusan tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap penurunan permintaan seragam baru di pasaran.
Pelaku usaha berharap kondisi pasar segera membaik seiring dimulainya proses belajar mengajar. Mereka optimistis masih ada peluang peningkatan penjualan apabila kebutuhan perlengkapan sekolah terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.
Secara ekonomi, lesunya penjualan seragam sekolah menunjukkan perlambatan konsumsi musiman yang selama ini menjadi salah satu penopang omzet pedagang perlengkapan pendidikan. Padahal, momentum tahun ajaran baru umumnya menjadi periode dengan tingkat transaksi tertinggi bagi sektor usaha tersebut.
Para pedagang berharap daya beli masyarakat dapat kembali meningkat sehingga perputaran ekonomi, khususnya di sektor perdagangan perlengkapan sekolah di Panton Labu, kembali bergairah.***


