Kelangkaan Pisang di Aceh Utara, Pasokan Pasar Panton Labu Menurun Diduga Imbas Banjir
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pasokan pisang di Kabupaten Aceh Utara mulai mengalami kelangkaan. Kondisi tersebut terlihat di Pasar Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, di mana jumlah pisang yang masuk dari sentra produksi menurun diduga akibat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa bulan lalu.
Salah seorang pedagang pisang di Pasar Panton Labu, Ridwan, mengatakan pasokan yang diterimanya saat ini jauh berkurang dibandingkan kondisi normal. Sebagian besar pisang berasal dari Kecamatan Langkahan, namun volumenya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
"Pasokannya memang berkurang. Barang yang masuk tidak sebanyak biasanya sehingga stok sering terbatas," kata Ridwan saat ditemui, Selasa (28/7/2026).
Menurut Ridwan, berkurangnya pasokan juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Utara. Dalam kondisi normal, ia mampu memasok sekitar 200 sisir pisang setiap pekan untuk satu dapur MBG yang melayani sekitar 6.000 porsi makanan.
Apabila pasokan kembali normal, kebutuhan empat dapur MBG di Aceh Utara diperkirakan mencapai sekitar 800 sisir pisang setiap pekan.
"Kalau barang tidak langka, kebutuhan empat dapur MBG bisa mencapai sekitar 800 sisir pisang. Tetapi sekarang barang memang terbatas," ujarnya.
Meski pasokan menurun, harga pisang di Pasar Panton Labu masih bertahan di kisaran Rp13.000 per sisir. Harga tersebut berlaku sama untuk kebutuhan Program MBG maupun pembeli umum.
Ridwan berharap produksi pisang di berbagai sentra pertanian di Aceh Utara segera pulih setelah terdampak banjir. Dengan demikian, pasokan ke pasar tradisional dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat maupun Program Makan Bergizi Gratis tetap terpenuhi.
Kelangkaan pisang menjadi salah satu dampak yang masih dirasakan sektor pertanian di Aceh Utara pascabanjir. Sebelumnya, sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan di daerah tersebut juga dilaporkan mengalami penurunan produksi akibat bencana yang melanda beberapa wilayah sentra pertanian.***



