Tak Bisa Menonton Lewat TV, Warga Aceh Utara Andalkan Android untuk Saksikan Piala Dunia 2026
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Sejumlah warga di berbagai wilayah Kabupaten Aceh Utara mengaku kecewa karena tidak dapat menikmati siaran langsung Piala Dunia 2026 melalui televisi akibat kualitas penerimaan siaran yang dinilai kurang optimal. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat terpaksa beralih menggunakan telepon genggam berbasis Android dan jaringan internet untuk mengikuti pertandingan.
Seorang warga yang ditemui pada Jumat (12/6/2026) mengatakan, mereka telah lama menantikan perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut. Namun, gangguan siaran televisi membuat pengalaman menonton tidak berjalan sebagaimana diharapkan.
"Kecewa tentu ada. Kami sudah menunggu pertandingan sejak lama, tetapi siaran televisi tidak bisa ditonton dengan baik. Akhirnya kami terpaksa menonton lewat Android," ujarnya.
Menurut warga, menonton melalui internet juga tidak selalu berjalan lancar. Kualitas jaringan yang tidak stabil kerap menyebabkan siaran mengalami gangguan atau buffering. Selain itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket data.
Di sejumlah warung kopi di Aceh Utara, warga terlihat tetap antusias mengikuti pertandingan dengan memanfaatkan jaringan internet yang tersedia. Sebagian penonton menyaksikan laga melalui telepon genggam maupun perangkat lain yang terhubung ke internet.
Saleh, pekerja di Warung Alue Kupi, Desa Sama Kurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, mengatakan dirinya tetap berupaya mengikuti pertandingan melalui berbagai aplikasi yang dapat diakses.
"Sayang sekali, tetapi tidak apa-apa. Banyak aplikasi yang bisa diakses meskipun tidak melalui siaran televisi," kata Saleh.
Ia berharap pihak yang berwenang dan pemegang hak siar dapat melakukan langkah antisipasi agar masyarakat dapat menikmati pertandingan tanpa mengalami kendala akses.
"Seharusnya persoalan seperti ini sudah dipersiapkan sebelumnya. Piala Dunia adalah acara yang ditunggu jutaan masyarakat. Jangan sampai warga kesulitan menonton karena masalah akses siaran," ujarnya.
Warga berharap kendala tersebut dapat segera diatasi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang masih menjadikan televisi sebagai sarana utama memperoleh informasi dan hiburan.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa ajang empat tahunan tersebut bukan hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Namun, keterbatasan akses siaran membuat sebagian penggemar sepak bola di Aceh Utara harus mengikuti pertandingan melalui layar telepon genggam sebagai alternatif.***





