Sudah Tujuh Bulan, Korban Banjir di Aceh Utara Masih Menunggu Janji Bantuan
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Memasuki tujuh bulan pascabanjir besar yang melanda Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, warga terdampak masih menanti realisasi sejumlah bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Hingga kini, sebagian warga mengaku baru menerima fasilitas Hunian Sementara (Huntara), sementara bantuan lain seperti Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan bantuan stimulan perumahan belum mereka terima.
Di pondok sederhana yang dibangun di atas lokasi rumah yang rusak akibat banjir, Kamis (11/6/2026), sejumlah warga menyampaikan harapan agar bantuan yang dijanjikan segera disalurkan sehingga dapat membantu mereka memulihkan kondisi ekonomi keluarga.
"Kami sangat berharap bantuan yang sudah dijanjikan bisa segera direalisasikan. Sampai hari ini, banyak keluarga yang masih hidup dalam keterbatasan," ujar seorang warga.
Menurutnya, berbagai informasi mengenai rencana penyaluran bantuan kerap beredar melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Namun, hingga saat ini warga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu penyalurannya.
"Sering kami mendengar informasi bahwa bantuan akan segera disalurkan, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian. Kami hanya berharap janji tersebut benar-benar dapat diwujudkan," katanya.
Bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir, kepastian bantuan dinilai sangat penting untuk membantu mereka bangkit dari kondisi yang masih serba terbatas. Sebagian masyarakat masih bertahan di tempat tinggal sementara dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Meski banjir telah surut sejak beberapa bulan lalu, dampaknya masih dirasakan masyarakat Buket Linteung. Selain harus memulai kembali kehidupan dari awal, mereka juga masih menunggu berbagai bentuk bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban pascabencana.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap berbagai bantuan yang telah dijanjikan dapat direalisasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Bagi masyarakat yang kehilangan hampir seluruh harta bendanya akibat bencana, kepastian penyaluran bantuan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan dan membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.***
Penulis : Abdul Rafar





