Semen Langka di Aceh Timur, Harga Tembus Rp62 Ribu per Sak
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Kelangkaan material semen yang terjadi dalam sepekan terakhir di Kabupaten Aceh Timur menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan pemerintah desa. Selain sulit diperoleh, harga semen juga mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp62.000 per sak di tingkat toko.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap pelaksanaan pembangunan desa yang sedang berjalan. Sejumlah geuchik mengeluhkan terhambatnya pekerjaan fisik karena tidak tersedianya stok semen di toko-toko bangunan terdekat.
“Kami sangat resah dengan kelangkaan semen. Nyaris setiap toko tidak memiliki stok. Kalaupun ada, harganya sangat tinggi,” ujar Azhar Ab, Imum Mukim Kecamatan Madat, Aceh Timur, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Azhar, pihaknya telah mencari semen ke berbagai toko bangunan di wilayah Lhok Nibong dan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, hingga ke Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara. Namun, stok yang tersedia sangat terbatas bahkan banyak toko yang kosong.
“Kami pesimis proyek pembangunan desa bisa terealisasi 100 persen jika kondisi pasar seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Kelangkaan semen tidak hanya berdampak pada proyek pembangunan desa, tetapi juga masyarakat umum yang membutuhkan semen untuk pembangunan rumah maupun keperluan lainnya. Warga mengaku kesulitan mendapatkan semen meski hanya dalam jumlah kecil.
Sementara itu, Mahmuddin, pemilik CV Muara Tanjong di Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Aceh Timur, mengatakan kelangkaan semen telah berlangsung hampir dua pekan terakhir dan dalam beberapa hari terakhir kondisinya semakin parah.
“Sekarang semen sangat sulit didapat. Kalau ada pun harganya mahal dan pembelian dibatasi. Kami hanya bisa membeli satu atau dua sak dengan harga sekitar Rp62.000 per sak karena stok sangat terbatas,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan semen agar aktivitas pembangunan serta kebutuhan masyarakat tidak terus terganggu.***



