Pulang dalam Keheningan, Jenazah PMI Asal Aceh Tamiang Diantar Haji Uma dan Ketua GAB Malaysia ke Kampung Halaman
ACEH TAMIANG | PASESATU.COM – Tangis pecah di Desa Alur Manis, Kecamatan Seuruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/6/2026). Sebuah ambulans yang membawa jenazah Putri Hensy Aprilda (22) perlahan memasuki halaman rumah duka. Di balik isak keluarga dan kerabat, kepulangan perempuan muda itu menyisakan duka mendalam sekaligus banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Putri tidak pulang untuk melepas rindu. Ia kembali ke tanah kelahirannya dalam balutan kain kafan setelah ditemukan meninggal dunia di Selangor, Malaysia.
Prosesi pemulangan jenazah mendapat perhatian luas. Anggota DPD RI H. Sudirman atau yang dikenal dengan sapaan Haji Uma bersama Ketua Grup Aceh Bersatu (GAB) Malaysia, Junaidi R., mengantar langsung jenazah almarhumah hingga tiba di rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kehadiran keduanya menjadi bentuk kepedulian terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) asal Aceh yang mengalami musibah di luar negeri. Di tengah suasana duka, keluarga menyambut kepulangan Putri dengan air mata dan pelukan haru.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga dan komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, Putri sebelumnya ditemukan meninggal dunia di Selangor. Beredar informasi bahwa korban diduga mengalami tindak kekerasan dan saat itu tengah mengandung. Namun, informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang di Malaysia.
Kepergian Putri meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Sosok perempuan muda yang merantau demi memperbaiki kehidupan itu kini hanya bisa dikenang melalui cerita dan kenangan yang ditinggalkannya.
Warga Desa Alur Manis turut berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah perempuan tampak tak kuasa menahan tangis, sementara para tetangga dan kerabat berusaha menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Pihak keluarga berharap penyebab kematian Putri dapat diungkap secara terang dan tuntas. Mereka juga meminta agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan sehingga keadilan bagi almarhumah dapat ditegakkan.
Di tengah keheningan rumah duka, kepulangan Putri menjadi pengingat bahwa di balik kisah para pekerja migran yang berjuang di negeri orang, ada keluarga yang setiap hari menunggu mereka pulang dengan selamat. Namun, kali ini, penantian itu berakhir dengan duka yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.***


