Mengenang Dr Zaini Abdullah, Tokoh Perdamaian Aceh yang Wafat di Usia 86 Tahun
![]() |
| Mantan Gubernur Aceh, Dr Zaini Abdullah. Foto : BBC News Indonesia |
BANDA ACEH | PASESATU.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh, Dr Zaini Abdullah, meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.40 WIB dalam usia 86 tahun.
Dikutip dari Serambi, kabar wafatnya tokoh yang pernah memimpin Aceh pada periode 2012–2017 tersebut disampaikan oleh Ustad Muzakir di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah meninggal dunia Bapak Dr Zaini bin Abdullah dalam umur 86 tahun, hari ini Sabtu pukul 12.40 WIB," ujar Ustad Muzakir, dikutip dari Serambi.
Kepergian Dr Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan perdamaian Aceh dan merupakan bagian dari tim perunding yang terlibat dalam proses menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Dikutip dari Wikipedia, Dr Zaini Abdullah lahir di Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, pada 24 April 1940. Gelar dokter diperolehnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada Maret 1972. Setelah itu, almarhum melanjutkan pendidikan spesialis di bidang kedokteran keluarga (family doctor) di Karolinska Institutet (Karolinska Universitetssjukhus), Stockholm, Swedia. Selama menetap di negara tersebut, almarhum juga sempat menjalani profesinya sebagai dokter pada periode 1990 hingga 1995.
Nama almarhum dikenal luas melalui kiprahnya bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia merupakan salah satu tokoh yang mendampingi Hasan di Tiro dan terlibat dalam berbagai perundingan damai yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada Pemilihan Gubernur Aceh 2012, Zaini Abdullah yang berpasangan dengan Muzakir Manaf berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan sekitar 56 persen suara. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi Gubernur Aceh periode 2012–2017.
Masih dikutip dari Serambi, jenazah almarhum akan dimandikan di RSUDZA Banda Aceh sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Geuceu, Banda Aceh. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman usai salat Asar.
Setelah prosesi salat jenazah, almarhum akan diberangkatkan ke Gampong Trubueh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, untuk dimakamkan.
Berbagai ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Sosok Dr Zaini Abdullah akan dikenang sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah perdamaian dan perjalanan politik Aceh.***
Penulis : Syahrul Usman





