Kelangkaan Semen di Aceh Utara Dikeluhkan, Akmal Daud: Pembangunan Huntap dan Rumah Dhuafa Terhambat
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kelangkaan semen di sejumlah wilayah Aceh Utara, termasuk kawasan Tanah Jambo Aye, menuai keluhan dari berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai telah menghambat berbagai proyek pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat, mulai dari pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir hingga pembangunan rumah dhuafa.
Penggiat sosial Aceh, Akmal Daud, mengaku sangat menyesalkan terjadinya kelangkaan bahan bangunan utama tersebut. Menurutnya, situasi ini tidak hanya menghambat pekerjaan di lapangan, tetapi juga menambah beban biaya pembangunan yang selama ini didukung oleh donatur.
"Kelangkaan semen sangat mengganggu. Pembangunan hunian tetap korban banjir dan program-program sosial lainnya menjadi terhambat. Ini tentu sangat membebani keuangan dan menghambat percepatan pembangunan," ujar Akmal, Kamis 4/6/2026 malam.
Akmal mempertanyakan penyebab sulitnya mendapatkan semen di Aceh, padahal provinsi ini memiliki pabrik semen sendiri yang beroperasi di kawasan Lhoknga.
"Pabrik semen ada di Aceh, tapi kenapa semen bisa kosong di toko-toko bangunan? Saya kalau membeli semen untuk pembangunan rumah dhuafa dari bantuan donatur, baik dari dalam maupun luar negeri, justru sering membeli semen yang dipasok dari Medan," tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk segera mencari solusi atas persoalan tersebut agar distribusi semen di Aceh dapat berjalan normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Dengan nada kesal, Akmal bahkan melontarkan sindiran terkait rantai distribusi semen yang dinilainya tidak berpihak kepada masyarakat Aceh.
"Jangan-jangan pabrik semen yang ada di Lhoknga hanya memproduksi saja, setelah itu dipacking di Medan. Lembu punya susu, sapi punya nama," katanya.
Akmal berharap pemerintah daerah, distributor, dan pihak pabrik dapat memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan semen yang terjadi saat ini. Menurutnya, kebutuhan semen sangat penting untuk mendukung pembangunan pascabencana dan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan di Aceh Utara.***



