Hujan 30 Menit, Sejumlah Jalan dan Pertokoan di Panton Labu Aceh Utara Tergenang
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Hujan yang mengguyur Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, selama sekitar 30 menit pada Minggu (14/6/2026), menyebabkan sejumlah ruas jalan dan kawasan pertokoan tergenang air.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan terjadi di beberapa titik, di antaranya di kawasan Jalan PLN, sekitar Masjid Kota Panton Labu, serta area pertokoan pangkas rambut di samping eks Terminal Panton Labu. Air bahkan masuk ke halaman dan bagian depan sejumlah kios sehingga mengganggu aktivitas usaha.
Genangan air yang menutupi badan jalan juga sempat menghambat mobilitas pengguna jalan dan memperlambat arus lalu lintas di sejumlah lokasi.
Meski hujan tidak berlangsung lama, genangan muncul dengan cepat di beberapa titik yang selama ini dikenal rawan tergenang saat curah hujan meningkat.
Sejumlah warga menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal. Selain itu, beberapa saluran air diduga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan sebagian tertutup bangunan maupun material lainnya sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
Video kiriman warga memperlihatkan air menggenangi bagian dalam pertokoan pangkas rambut di samping eks Terminal Panton Labu, Aceh Utara, Minggu (14/6/2026) malam. Genangan terjadi setelah hujan yang berlangsung sekitar 30 menit mengguyur kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi drainase agar peristiwa serupa tidak terus berulang saat hujan turun.
Warga juga menilai pesatnya pembangunan di kawasan perkotaan belum sepenuhnya diimbangi dengan penataan drainase yang memadai. Akibatnya, air hujan sulit mengalir dan meluap ke badan jalan maupun kawasan pertokoan ketika hujan turun.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi saluran drainase dan penataan sistem pembuangan air guna mengurangi potensi genangan yang terus berulang setiap musim hujan.
Pasalnya, Kota Panton Labu merupakan salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Aceh Utara, sehingga kondisi infrastruktur drainase dinilai perlu mendapat perhatian agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tidak terganggu.***




