BERITA TERKINI

Belanda vs Jepang Tersaji di Piala Dunia, Sejarah Bukan Alasan Memelihara Permusuhan

Belanda vs Jepang Tersaji di Piala Dunia, Sejarah Bukan Alasan Memelihara Permusuhan

ACEH UTARA | PASESATU.COM
- Pertandingan antara Belanda dan Jepang akan berlangsung di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, pada Senin (15/6) pukul 03.00 WIB. Laga tersebut dijadwalkan disiarkan secara langsung oleh TVRI.

Kedua negara memiliki catatan sejarah yang tidak asing bagi Indonesia. Belanda pernah menguasai berbagai wilayah di Nusantara dalam rentang waktu yang panjang. Sementara itu, Jepang menduduki Indonesia pada periode 1942 hingga 1945. Masing-masing periode tersebut meninggalkan jejak dan pengaruh tersendiri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Pengalaman sejarah serupa juga dimiliki sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Malaysia dan Singapura, misalnya, pernah berada di bawah kekuasaan Inggris sebelum akhirnya memperoleh kemerdekaan dan membangun kedaulatannya sebagai negara bangsa.

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menyampaikan pesan yang hingga kini masih sering dikutip, yakni bahwa perjuangan melawan penjajah lebih mudah dibandingkan menghadapi tantangan yang datang dari bangsa sendiri. Pesan tersebut kerap dimaknai sebagai pengingat agar masyarakat menjaga persatuan, menjunjung keadilan, dan tetap setia pada nilai-nilai perjuangan bangsa.

Meski demikian, pertandingan Belanda melawan Jepang pada hakikatnya merupakan bagian dari kompetisi olahraga. Sepak bola bukanlah arena untuk menghidupkan kembali permusuhan masa lalu, melainkan wadah yang mempertemukan bangsa-bangsa dalam semangat persaingan yang sehat, saling menghormati, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Melalui olahraga, masyarakat dapat belajar tentang kerja keras, disiplin, dan semangat meraih prestasi. Di saat yang sama, Indonesia terus berupaya membangun berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, budaya, hingga olahraga.

Harapan untuk melihat Tim Nasional Indonesia tampil dan bersaing di panggung Piala Dunia FIFA juga terus hidup di tengah masyarakat. Masa lalu menjadi pelajaran berharga, masa kini adalah ruang untuk berjuang, dan masa depan merupakan harapan yang terus diperjuangkan bersama.***

Penulis : Abdul Rafar