Banjir Surut, Harapan Muhammad di Aceh Utara Masih Menunggu Kepastian
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Ketika genangan banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 telah lama surut, Muhammad masih berjuang menghadapi dampak yang ditinggalkan bencana tersebut. Warga Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, itu hingga kini masih menanti tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya.
Bersama delapan anggota keluarganya, Muhammad masih bertahan di rumah yang terdampak banjir. Kondisi bangunan yang ditempati saat ini dinilai sudah tidak lagi layak dan nyaman untuk dihuni. Meski demikian, keterbatasan ekonomi membuat keluarganya belum memiliki banyak pilihan selain tetap bertahan sambil menunggu proses pemulihan pascabencana.
Dalam beberapa hari ke depan, Muhammad berencana menempati hunian sementara (huntara) yang tersedia di wilayah tersebut. Hunian itu berstatus pinjam pakai karena pemiliknya sedang berada di Banda Aceh.
Bagi Muhammad, kesempatan menempati huntara menjadi harapan baru setelah berbulan-bulan hidup dalam kondisi serba terbatas.
"Alhamdulillah kami sudah mendapat huntara walaupun statusnya pinjam pakai. Yang penting keluarga kami bisa tinggal di tempat yang lebih layak," ujar Muhammad, Kamis (11/6/2026).
Di tengah rasa syukur tersebut, Muhammad masih menyimpan harapan agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir. Selain itu, ia juga berharap bantuan Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan bantuan stimulan segera disalurkan kepada warga terdampak.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memulai kembali kehidupan setelah bencana.
Dengan sembilan anggota keluarga yang harus ditanggung, Muhammad mengaku proses pemulihan ekonomi pascabanjir bukan perkara mudah. Pengeluaran rumah tangga terus berjalan, sementara kondisi ekonomi keluarga belum sepenuhnya pulih.
"Kami berharap huntap cepat selesai dan bantuan Jadup, DTH, serta stimulan segera disalurkan. Kami ingin kembali hidup normal seperti sebelum banjir," katanya.
Kisah Muhammad mencerminkan kondisi yang masih dihadapi sebagian korban banjir di Aceh Utara. Meski genangan air telah lama surut, proses pemulihan bagi warga terdampak masih berlangsung dan menyisakan berbagai kebutuhan yang belum terpenuhi.
Bagi para penyintas, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik rumah yang rusak, tetapi juga kepastian tempat tinggal, keberlanjutan bantuan, serta harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal. Hingga kini, harapan itu masih terus mereka gantungkan sembari menunggu realisasi berbagai program pemulihan yang telah direncanakan.***





