Tenda Dibongkar, Warga Dusun Maju Mengaku Diminta Pindah ke Gubuk
![]() |
| Marzuki (tengah), Ketua Aliansi Pers Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kabupaten Aceh Utara, bersama sejumlah anggota saat berada di lokasi pada Rabu (01/04/2026). Foto : Abdul Rafar / pasesatu.com |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sejumlah warga terdampak bencana di Dusun Maju, Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mengaku diminta meninggalkan tenda darurat setelah tempat tersebut dibongkar. Mereka diarahkan untuk menempati gubuk sementara yang dinilai belum layak huni.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga, terutama karena sebagian dari mereka masih belum memiliki tempat tinggal yang aman pascabencana.
Salah seorang warga, Indra Budiman, pada Rabu (01/04/2026) malam mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut. Ia menilai kebijakan tersebut belum mempertimbangkan kondisi warga yang masih dalam tahap pemulihan.
“Kami ini korban, bukan minta dimanjakan. Tapi setidaknya diperlakukan secara manusiawi. Tenda dibongkar, lalu kami diminta pindah ke gubuk yang kondisinya belum layak,” ujar Indra.
Menurutnya, kondisi tersebut turut menambah beban psikologis warga yang hingga kini masih berupaya bangkit setelah musibah.
“Kami masih trauma dan sedang berusaha menata kembali kehidupan. Jangan sampai kami juga menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat meninjau langsung kondisi di lapangan serta memastikan bahwa tempat relokasi sementara memenuhi standar kelayakan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
Berdasarkan keterangan warga, gubuk yang disediakan memiliki keterbatasan dari segi ruang dan fasilitas. Hal itu menimbulkan kekhawatiran terkait kenyamanan dan kesehatan penghuni.
Sejumlah warga juga menilai bahwa penanganan pascabencana seharusnya tidak hanya berfokus pada pemindahan, tetapi juga menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar dan kelayakan hidup bagi masyarakat terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait pembongkaran tenda dan rencana relokasi warga tersebut.***
