Banjir Sudah Surut, Derita Warga Buket Padang Belum: Syahruddin Masih Tinggal di Tenda
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Banjir di Desa Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara memang telah surut. Namun, bagi sebagian warga yang terdampak, penderitaan belum benar-benar usai.
Syahruddin, salah satu warga, hingga Rabu (01/04/2026) malam masih tinggal bersama keluarganya di tenda darurat. Mereka belum bisa kembali ke tempat tinggal yang layak dan harus menunggu kejelasan kapan kondisi akan kembali normal.
Di tengah keterbatasan, tenda yang semula hanya difungsikan sebagai tempat berlindung sementara, kini menjadi ruang hidup sehari-hari. Terik matahari di siang hari, udara dingin saat malam, hingga risiko kebocoran ketika hujan menjadi tantangan yang terus mereka hadapi.
“Kami masih tinggal di tenda. Kalau siang terasa sangat panas, malamnya dingin. Saat hujan juga khawatir bocor. Kami berharap ada solusi agar bisa segera kembali ke tempat tinggal yang layak,” ujar Syahruddin.
Bagi warga Buket Padang, bencana tidak berakhir saat air surut. Justru setelahnya, mereka harus menghadapi kenyataan pahit: rumah yang belum bisa dihuni, kondisi ekonomi yang belum pulih, serta ketidakpastian ke depan.
Tinggal di tenda dalam waktu yang cukup lama tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik dan mental. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia ikut merasakan beratnya hidup dalam situasi serba terbatas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana masih menyisakan berbagai persoalan yang perlu segera ditangani.
Syahruddin berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memberi perhatian serius pada kondisi warga setelahnya, khususnya bagi mereka yang masih bertahan di tenda darurat.
Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah langkah nyata, bukan sekadar janji, agar warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.
“Kami tidak meminta hal berlebihan. Kami hanya ingin hidup normal kembali, punya rumah yang aman dan nyaman untuk keluarga,” katanya.
Kondisi yang dialami warga Buket Padang menjadi gambaran bahwa penanganan pascabencana tidak cukup berhenti pada bantuan darurat.
Tenda bukanlah tempat tinggal yang layak untuk jangka panjang. Selama masih ada warga yang hidup di bawah terpal, maka pemulihan pascabanjir belum bisa dikatakan selesai.
Diharapkan pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar warga terdampak, termasuk Syahruddin dan keluarganya, tidak terus berada dalam ketidakpastian.***
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul


