BERITA TERKINI

Pekerja Huntara di Aceh Timur Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Saat Lembur

Pekerja Huntara di Aceh Timur Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Saat Lembur

ACEH TIMUR | PASESATU.COM 
— Malam yang seharusnya menjadi penutup pekerjaan justru berubah menjadi tragedi memilukan. Nazaruddin (35), seorang pekerja hunian sementara (huntara), meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat lembur di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Rabu malam (18/3/2026).

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 22.45 WIB ketika korban bersama empat rekannya tengah memasang rangka baja atap pada proyek pembangunan huntara insitu yang dikerjakan di bawah naungan PT Intan Cahaya Perkasa, tepatnya di Dusun Padang Kasab. Tanpa disadari, kabel listrik yang tidak memiliki lapisan pengaman menyentuh material besi yang sedang dipasang.

Arus listrik bertegangan tinggi langsung mengalir melalui rangka baja dan seketika menyambar tubuh korban. Nazaruddin pun roboh di lokasi kejadian.

Rekan-rekan korban yang panik segera mengevakuasi dan membawanya ke Puskesmas Pantee Bidari. Namun, upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Setibanya di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek pada alis kiri, serta luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk telapak tangan kiri, lengan kanan bagian dalam, paha kiri, dan betis kanan.

Nazaruddin diketahui merupakan warga Dusun Tgk. Cek, Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Ia meninggalkan seorang istri, Yeni Purwaningsih, serta dua anak yang masih kecil, Azka Aulia (7) dan Muhammad Alzam Aulyan yang baru berusia beberapa bulan.

Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya dan dimakamkan pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 11.45 WIB dalam suasana duka mendalam yang menyelimuti keluarga dan warga setempat.

Camat Pantee Bidari, Darkasyi, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut sekaligus menyoroti pentingnya keselamatan kerja dalam proyek pembangunan.

“Atas nama pemerintah kecamatan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kejadian ini menjadi perhatian serius dan tidak boleh terulang,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak pelaksana proyek segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja, khususnya terkait instalasi listrik yang dinilai masih minim pengamanan.

Sementara itu, Dewan Pengarah BNPB yang bertugas di Aceh Timur, Isroil Samihardjo, turut hadir melayat dan mengikuti prosesi pemakaman korban.

“Ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, terutama dalam proyek berisiko tinggi,” katanya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang diduga dipicu kelalaian dalam penerapan standar keselamatan. Di balik angka dan laporan, tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan sebuah pengingat keras bahwa nyawa pekerja tidak boleh dipertaruhkan demi mengejar target pembangunan.(*) 

Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul