BERITA TERKINI

Mahasiswa Turun ke Jalan! Soroti Kasus Penyiraman Aktivis HAM hingga “Jeritan” Warga Aceh Tengah

Mahasiswa Turun ke Jalan! Soroti Kasus Penyiraman Aktivis HAM hingga “Jeritan” Warga Aceh Tengah

ACEH TENGAH | PASESATU.COM
— Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Aceh Tengah (HIMA-ATE) menggelar aksi damai di Tugu Simpang Lima, Takengon, Kamis (19/3/2026) sore. Aksi tersebut menyoroti kasus nasional penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrei Yunus, sekaligus mengangkat berbagai persoalan lokal di Kabupaten Aceh Tengah yang dinilai belum tuntas.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu diikuti enam mahasiswa dan berlangsung tertib hingga selesai pada pukul 17.22 WIB. Massa membawa poster, spanduk, serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka di ruang publik.

Koordinator aksi, Sarjan Padli, mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrei Yunus secara transparan dan tanpa tebang pilih. Ia juga menolak segala bentuk impunitas serta meminta negara menjamin perlindungan terhadap korban, keluarga, dan saksi.

“Kasus ini bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat,” ujarnya dalam orasi.

Sementara itu, penanggung jawab aksi, Maulana Alvarisi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa terhadap korban kekerasan. Dalam pembacaan petisi, ia menyebut tindakan penyiraman air keras sebagai upaya membungkam suara keadilan.

“Kita tidak boleh diam. Diam berarti memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus hidup,” katanya.

Selain isu nasional, mahasiswa juga menyoroti kondisi lokal Aceh Tengah, khususnya terkait penanganan bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025. Dalam orasinya, perwakilan massa, Rudi, mengkritik lambannya proses pemulihan pascabencana.

Ia menyoroti masih adanya warga terdampak yang belum menerima bantuan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Di saat masyarakat bersiap menyambut lebaran, masih ada warga yang rumahnya rusak dan belum tersentuh bantuan,” ujarnya.

Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah memastikan keberlanjutan program pemulihan serta pembangunan fasilitas umum setelah masa tanggap darurat berakhir.

Aksi damai ini diawali dengan konsolidasi di Taman Inen Mayak Teri sekitar pukul 15.30 WIB sebelum massa bergerak menuju lokasi aksi. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.(*) 


Penulis : Tri Nugroho Pangabean | Editor : Syahrul