BERITA TERKINI

Huntara Berakhir, Khairul Nisa Masih Bertahan di Tenda: “Kami Tidak Tahu Harus Tinggal di Mana”

Huntara Berakhir, Khairul Nisa Masih Bertahan di Tenda: “Kami Tidak Tahu Harus Tinggal di Mana”

ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Di saat sebagian warga mulai kembali menata kehidupan setelah masa Hunian Sementara (Huntara) berakhir, Khairul Nisa justru menghadapi kenyataan pahit. Bersama suaminya, Idris, perempuan warga Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara itu masih harus bertahan hidup di sebuah tenda darurat karena belum memiliki tempat tinggal lain.

Batas waktu menempati Huntara resmi berakhir pada 15 Maret 2026. Namun hingga kini, pasangan tersebut masih tinggal di sebuah tenda berwarna oranye yang berdiri di pinggir permukiman warga. Tenda sederhana itu menjadi satu-satunya tempat berlindung mereka dari panas matahari dan hujan.

Di dalam tenda, sejumlah barang kebutuhan rumah tangga terlihat disusun seadanya. Peralatan memasak, pakaian, dan perlengkapan lain ditempatkan di ruang yang sempit, mencerminkan kehidupan yang jauh dari kata layak.

Saat ditemui pada Senin (16/3/2026), Khairul Nisa tampak merapikan barang-barangnya di depan tenda. Wajahnya menyiratkan kelelahan dan kekhawatiran tentang masa depan keluarganya.

“Kami tidak tahu harus tinggal di mana setelah ini,” ujar Khairul Nisa dengan suara lirih.

Di sekeliling tenda, deretan rumah warga berdiri kokoh dengan pepohonan kelapa yang menjadi pemandangan khas Desa Alue Ie Mirah. Namun bagi Khairul Nisa dan suaminya, tempat itu belum mampu memberikan kepastian tempat tinggal yang layak.

Berakhirnya masa Huntara juga menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah warga terdampak lainnya. Diduga masih ada beberapa keluarga yang menghadapi situasi serupa, yakni belum memiliki kepastian hunian setelah masa tinggal sementara berakhir.

Kondisi ini memunculkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengambil langkah nyata. Warga berharap adanya solusi, baik melalui perpanjangan masa hunian sementara, penyediaan hunian tetap (huntap), maupun bentuk bantuan lain bagi mereka yang masih kesulitan mendapatkan tempat tinggal.

Tanpa langkah cepat, warga yang belum memiliki rumah dikhawatirkan akan terus bertahan di tenda darurat dengan berbagai keterbatasan, menunggu kepastian yang hingga kini belum juga datang.(*) 


Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul