Harga Minyak Goreng Curah Naik, Minyakita di Panton Labu Dijual di Atas HET
Pantauan di sejumlah kios dan warung di pusat Kota Panton Labu pada Senin (2/2/2026), Minyakita kemasan sekitar 9 ons dijual dengan harga berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per bungkus. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan HET yang tercantum pada kemasan, yakni Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada minyak goreng sebagai kebutuhan pokok sehari-hari. Seorang warga Panton Labu mengaku terpaksa membeli Minyakita meski harganya lebih mahal dari ketentuan. “Di kemasan tertulis Rp15.700, tapi di kios dijual Rp17.000 sampai Rp18.000. Karena kebutuhan, tetap kami beli,” ujarnya.
Minyakita merupakan produk minyak goreng bersubsidi yang diluncurkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Namun, perbedaan harga antara ketentuan resmi dan harga jual di tingkat pengecer menunjukkan adanya persoalan dalam rantai distribusi dan pengawasan di lapangan.
Selain Minyakita, kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah yang selama ini menjadi alternatif lebih murah bagi masyarakat. Pedagang menyebutkan, kenaikan harga diduga dipengaruhi oleh pasokan yang tidak stabil dan meningkatnya biaya distribusi, meski belum ada keterangan resmi dari instansi terkait.
Kondisi ini terjadi di tengah tekanan ekonomi masyarakat Aceh Utara, terutama setelah bencana banjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah dan berdampak pada aktivitas ekonomi serta daya beli warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, dan instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi dan harga minyak goreng, khususnya produk bersubsidi, agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dapat diakses oleh masyarakat dengan harga terjangkau.(*)

