Hampir Tiga Bulan Pascabanjir, Warga Alue Ie Mirah Pertanyakan Pencairan Dana Tunggu Hunian
Salah seorang warga, Siti Aisyah, mengatakan rumahnya sempat terendam banjir yang menyebabkan sejumlah perabotan rusak, dinding lembap, serta lantai mengalami retak. Meski air telah lama surut, kondisi rumahnya belum sepenuhnya pulih.
“Sejak banjir tanggal 26 November lalu, sampai sekarang belum ada dana tunggu hunian yang kami terima,” ujar Siti Aisyah saat ditemui di kediamannya, Rabu (12/2/2026).
Menurutnya, DTH sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga selama masa pemulihan. Ia mengaku sempat menumpang di rumah kerabat, namun sesekali kembali ke rumahnya meski kondisinya belum layak dihuni sepenuhnya.
Hal senada juga disampaikan beberapa warga lain di gampong tersebut. Mereka mengaku telah mengikuti proses pendataan pascabanjir dan menunggu kepastian pencairan bantuan. Warga berharap ada penjelasan resmi terkait tahapan verifikasi dan jadwal penyaluran DTH.
Banjir yang terjadi pada akhir November 2025 merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan menyebabkan kerusakan pada rumah serta harta benda warga. Pemerintah sebelumnya menyatakan akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebagai bentuk dukungan sementara bagi korban banjir yang rumahnya terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan pencairan Dana Tunggu Hunian di Gampong Alue Ie Mirah. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Warga berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan agar proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat, terlebih menjelang bulan Ramadhan yang semakin dekat.(*)

