BNPB Percepat Huntara di Alue Ie Mirah, 32 Unit Ditarget Selesai 10 Hari
Langkah ini membuat pengerjaan tidak lagi bertumpu pada satu pihak. Dua mitra kini bekerja bersamaan untuk merampungkan 32 unit huntara yang masih tersisa di Dusun Alue Buloh.
Perusahaan mitra baru langsung memulai pekerjaan dengan dukungan material yang telah tersedia di lokasi. Target penyelesaian dipatok dalam waktu 10 hari ke depan.
Perwakilan pelaksana menyebut seluruh kebutuhan pembangunan sudah siap, sehingga proses dapat berjalan tanpa menunggu pasokan tambahan.
Di sisi lain, percepatan ini juga tak lepas dari dorongan berbagai pihak yang terus memantau perkembangan di lapangan, terutama agar warga terdampak banjir tidak terlalu lama bertahan di hunian darurat.
Keuchik Alue Ie Mirah, Anwar, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai keterlibatan pemerintah desa dalam pengawasan menjadi penting agar proses berjalan transparan dan bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.
Menurutnya, tambahan mitra memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menunggu kepastian tempat tinggal sementara.
Hal serupa disampaikan Camat Pante Bidari, Darkasyi. Ia menilai percepatan ini menunjukkan adanya respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga.
Pemerintah kecamatan, kata dia, siap memastikan koordinasi berjalan lancar agar target penyelesaian tidak meleset.
BNPB sendiri menegaskan pentingnya ketepatan data penerima. Pemerintah desa diminta memastikan warga dengan kategori rumah rusak berat telah masuk dalam daftar resmi sehingga penyaluran huntara tetap tepat sasaran.
Bagi puluhan keluarga di Dusun Alue Buloh, pembangunan huntara bukan sekadar proyek fisik, tetapi jalan keluar dari ketidakpastian hidup di tenda darurat.
Jika target 10 hari tercapai, maka proses pemulihan di Alue Ie Mirah akan melangkah lebih cepat menuju kondisi yang lebih layak dan aman bagi warga terdampak.(*)


