Transformasi Pascabanjir Plt. Kadisdik Aceh Luncurkan Gerakan Penghijauan Produktif di SMAN 1 Langkahan
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bencana banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara menyisakan duka, namun bagi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P., momen ini harus menjadi titik balik bagi penguatan ekosistem pendidikan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Langkahan pada Senin (19/1/2025).
Kunjungan tersebut tidak sekadar meninjau kerusakan infrastruktur sekolah, tetapi juga menjadi momentum peluncuran program Penghijauan Produktif. Program ini dirancang untuk mengubah wajah sekolah pasca-bencana sekaligus membangun benteng pertahanan alamiah guna meminimalisir dampak buruk bencana serupa di masa depan.
Membangun Kedekatan Emosional dengan Alam
Dalam pidatonya di hadapan para guru dan siswa, Murthalamuddin menekankan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Beliau menginstruksikan agar setiap siswa memiliki peran aktif dalam menghijaukan kembali lingkungan sekolah mereka.
"Kita ingin setiap siswa memiliki ikatan emosional dengan lingkungannya. Melalui program ini, setiap siswa akan diberi tanggung jawab penuh untuk merawat pohon dan tanaman buah lokal, seperti kelapa, pinang, dan berbagai jenis buah tradisional lainnya. Sebagai bentuk komitmen, setiap batang pohon akan diberi label nama siswa yang bersangkutan sebagai simbol tanggung jawab pribadi," ujar Murthalamuddin.
Menurutnya, pemberian nama pada pohon bukan sekadar formalitas, melainkan cara efektif untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging). Jika pohon tersebut tumbuh subur, itu menjadi cermin keberhasilan dan dedikasi siswa dalam menjaga amanah.
Integrasi Kurikulum dan Karakter
Program ini juga didesain untuk menyentuh aspek pendidikan karakter dan kemandirian pangan. Selain menanam, para siswa diarahkan untuk mengelola sampah organik di lingkungan sekolah guna dijadikan pupuk kompos. Hal ini diharapkan mampu mengurangi tumpukan sampah yang seringkali menjadi salah satu penyebab tersumbatnya saluran air saat hujan deras.
Implementasi di lapangan akan dilakukan dengan sistem berbasis kelompok. Murthalamuddin menjelaskan bahwa akan ada sistem penghargaan (reward system) yang diberikan kepada kelompok atau individu yang menunjukkan progres terbaik di setiap akhir tahun ajaran.
Mewujudkan Generasi Tangguh Bencana
Lebih jauh, Murthalamuddin berharap inisiatif ini dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga produktif dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk perubahan iklim dan bencana alam.
"Kita memanfaatkan momentum pasca-banjir ini untuk memperkuat ketahanan sekolah. Dengan lingkungan yang hijau dan produktif, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga laboratorium alam yang menyediakan sumber pangan dan perlindungan ekologis," tambahnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan penanaman bibit pohon secara simbolis di area sekolah. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Aceh untuk mengadopsi konsep serupa, demi masa depan lingkungan Aceh yang lebih hijau, asri, dan mandiri secara pangan.(*)

