BERITA TERKINI

Kayu Sisa Banjir Akan Dimanfaatkan untuk Mobiler Sekolah dan Huntara di Aceh Utara

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM  – Kayu sisa banjir bandang yang menumpuk di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Aceh Utara akan dimanfaatkan untuk pembuatan mobiler sekolah serta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Rencana tersebut mengemuka saat Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, meninjau kondisi sekolah dan permukiman warga terdampak banjir di Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, serta sejumlah sekolah di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Selasa (20/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, My Esti Wijayati mendorong agar kayu yang terbawa arus dan kini menumpuk di Gampong Geudumbak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan mendesak, khususnya pemulihan sarana belajar dan tempat tinggal sementara warga.

“Banyak sekolah masih kekurangan fasilitas dasar seperti meja dan kursi. Anak-anak terpaksa belajar dalam kondisi terbatas. Kayu yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk perabot sekolah sekaligus huntara bagi warga,” ujar My Esti Wijayati di lokasi.

Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, volume kayu yang tersedia diperkirakan mencapai sekitar 2.112 meter kubik. Pemerintah daerah merencanakan sekitar separuh kayu tersebut akan diolah menjadi perabot sekolah, sementara sisanya diprioritaskan untuk pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir.

Untuk mempercepat proses, pemerintah daerah akan melibatkan pengrajin lokal dalam pembuatan meja dan kursi sekolah. Selain itu, pembangunan huntara juga direncanakan melibatkan masyarakat setempat serta memanfaatkan material dari sumber lokal.

Upaya pemulihan ini tidak hanya difokuskan pada sekolah dasar di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye, tetapi juga mencakup sejumlah SMP dan SMK di wilayah Baktiya Barat yang turut terdampak banjir.

My Esti Wijayati menegaskan, pemanfaatan sumber daya yang tersedia menjadi langkah realistis dalam situasi pascabencana. “Tidak semua harus baru. Yang terpenting, anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan warga memiliki tempat tinggal sementara yang layak,” ujarnya.

Langkah tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, serta unsur terkait lainnya dalam memastikan proses pemulihan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana di Aceh Utara.(*)