Bupati Aceh Utara Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Syahrul| Editor : Tim Pasesatu
![]() |
| Dok Ist |
ACEH UTARA | PASESATU.COM - Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada November 2025. Bantuan tersebut diberikan kepada korban dengan tingkat kerusakan berat, sedang, hingga ringan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.
Kali ini, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayahwa turun langsung mengunjungi warga terdampak di Kecamatan Syamtalira Bayu, tepatnya di Gampong Nibong, Baroh, dan Alue Manjron, pada Jumat (9/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ayahwa didampingi Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, SE, serta anggota DPRK Aceh Utara Fraksi Partai Aceh Daerah Pemilihan IV, H. Rifarhan yang juga dikenal sebagai Geuchik Paang. Turut hadir Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., yang aktif dalam penanganan dan percepatan bantuan korban banjir di Aceh Utara, serta Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh. Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S., yang memimpin dukungan TNI dalam evakuasi, pengamanan, dan distribusi logistik.
Geuchik Paang menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati Aceh Utara di tengah masyarakat. Menurutnya, langkah yang dilakukan Ayahwa selama 46 hari pascabencana mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menangani dampak banjir bandang dan longsor di Aceh Utara.
Ia menilai, di bawah kepemimpinan Ayahwa, penanganan bencana dan upaya pemulihan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak, baik melalui percepatan bantuan maupun kehadiran langsung pemerintah di lokasi bencana.
Geuchik Paang juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Bupati Aceh Utara yang aktif menyuarakan kondisi daerah di hadapan pemerintah pusat, termasuk saat menyampaikan langsung kepada para menteri agar Presiden Prabowo Subianto dapat berkunjung ke Aceh Utara.
“Kerusakan akibat banjir dan longsor di Aceh Utara sangat parah dan meluas. Dampaknya bahkan di beberapa wilayah disebut melebihi bencana tsunami Aceh,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga seluruh proses pemulihan dan pembangunan kembali pascabencana dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM, penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor menunjukkan kinerja yang nyata dan terukur, mulai dari percepatan penyaluran bantuan, kehadiran langsung di lokasi terdampak, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan unsur Forkopimda. Langkah-langkah tersebut dinilai memberikan dampak signifikan bagi pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Utara.
Selain itu, Geuchik Paang juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilainya sigap dan konsisten hadir di tengah masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Peran TNI dan Polri dinilai sangat penting dalam membantu evakuasi warga, menjaga keamanan wilayah, serta memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir bersama masyarakat hingga seluruh tahapan pemulihan pascabencana selesai. Ia juga mengapresiasi sinergi dan kerja keras TNI serta Polri yang sejak awal bahu-membahu membantu warga, menjaga stabilitas keamanan, dan memastikan bantuan tersalurkan secara adil dan merata.
Bupati juga menegaskan bahwa penanganan korban banjir dan longsor menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyebut, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen nyata untuk memastikan warga terdampak tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa ditinggalkan. Pemerintah hadir dari masa darurat hingga pemulihan. Bantuan akan terus kami salurkan, rumah warga akan kami bangun kembali, dan kehidupan masyarakat harus pulih lebih baik dari sebelumnya,” kata Ayahwa.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta unsur TNI dan Polri agar seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh.
“Kami akan mengawal proses pemulihan ini sampai tuntas. Sinergi dengan TNI, Polri, DPRK, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar Aceh Utara bangkit kembali,” ujarnya. (*)
