BERITA TERKINI

Aceh Utara Tempatkan 38 Nakes Cadangan di 11 Puskesmas untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabanjir dengan menempatkan 38 tenaga kesehatan (nakes) cadangan di 11 puskesmas yang terdampak.

Puluhan nakes tersebut merupakan tenaga bantuan dari Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan yang dikerahkan untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan selama masa pemulihan bencana.

Penanggung Jawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, Maidar, mengatakan penempatan tenaga kesehatan cadangan merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan pelayanan kesehatan dasar di wilayah terdampak banjir.

“Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan,” ujar Maidar di Posko HEOC Aceh Utara, Jumat (9/1/2026).

Menurut Maidar, persiapan penugasan telah dilakukan sejak 30 Desember 2025 melalui pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas terdampak. Pemetaan tersebut bertujuan agar distribusi tenaga sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pelayanan di masing-masing puskesmas.

Sebanyak 22 dokter dan 11 psikolog klinis ditempatkan untuk memperkuat layanan medis serta memberikan dukungan kesehatan jiwa bagi korban banjir dan masyarakat yang terdampak. Selain itu, lima tenaga elektromedis ditugaskan untuk membantu seluruh puskesmas dalam mengidentifikasi kerusakan alat kesehatan akibat banjir, melakukan pemeliharaan, serta perbaikan awal peralatan medis.

“Peran tenaga elektromedis sangat penting untuk mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan,” kata Maidar.

Ia menambahkan, HEOC Aceh Utara berfungsi sebagai pusat komando operasi darurat kesehatan yang mengoordinasikan seluruh respons sektor kesehatan selama penanganan bencana. Keberadaan HEOC, kata dia, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk relawan dan pejabat terkait.

Inspektur Kabupaten Aceh Utara, Andria Zulfa, MSi, PhD, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan cadangan yang telah berkontribusi dalam pemulihan layanan kesehatan di Aceh Utara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan cadangan yang telah hadir dan membantu masyarakat. Kontribusi saudara-saudara sangat berarti dalam mempercepat pemulihan pelayanan kesehatan pascabanjir,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Hasban, mengingatkan para relawan agar mampu beradaptasi dengan kondisi di lokasi penugasan serta tetap mengedepankan pelayanan yang profesional dan humanis.

“Kami berharap para relawan dapat bekerja secara responsif dan memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.

Bupati Aceh Utara yang diwakili Asisten I Setdakab, Dr Fauzan, MPA, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di wilayah terdampak bencana.

“Penempatan tenaga kesehatan cadangan ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan layanan, mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah pascabencana,” tutup Fauzan.(*)