BERITA TERKINI

Paska Banjir, Warga Langkahan Aceh Utara Terpaksa Menempuh Jarak Jauh Demi Gas LPG 3 Kg


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Warga Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, kini harus menghadapi tantangan baru setelah banjir melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu. Banjir yang menenggelamkan sawah, rumah, dan jalan, selain meninggalkan kerusakan fisik, kini juga menimbulkan kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari, terutama gas LPG 3 kg.

Pada Selasa, 16 Desember 2025, warga terlihat menunggangi sepeda motor membawa tabung kosong, menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju pangkalan gas di Kecamatan Simpang Ulim,Pante Bidari,Madat(Kabupaten Aceh Timur) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kota Panton Labu(Kabupaten Aceh Utara). 

Langkah ini terpaksa dilakukan karena pangkalan di Kecamatan Langkahan kehabisan stok. Kelangkaan gas ini diperparah oleh sistem distribusi yang memprioritaskan warga yang sebelumnya telah menitipkan tabung kosong di pangkalan.

“Kami sudah pergi pagi-pagi, tapi ketika sampai, gas habis. Yang menaruh tabung lebih dulu dapat, kami yang datang tanpa tabung kosong harus pulang dengan tangan hampa,” ungkap salah seorang warga dengan wajah lelah.

Keadaan ini membuat warga semakin berat menanggung beban pasca-banjir. Selain kehilangan sebagian harta dan mata pencaharian, mereka kini harus berjuang menempuh jarak jauh demi mendapatkan kebutuhan dasar yang vital. Anak-anak dan lansia di rumah harus menunggu, sementara keluarga harus mengatur ulang rencana memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak warga berharap pemerintah setempat dapat segera menambah stok gas di pangkalan Langkahan atau menyediakan distribusi tambahan agar warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh di tengah kondisi yang masih sulit akibat banjir.

Kelangkaan gas LPG 3 kg pasca-banjir ini menjadi bukti nyata bahwa bencana alam tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mengguncang kehidupan sehari-hari masyarakat kecil, yang harus berjuang ekstra demi kebutuhan yang seharusnya mudah didapat. (*)