Pasca Banjir Besar, Harga Asam Sunti dan Serai Dapur Melonjak Tajam di Aceh Timur
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pasca banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya, harga sejumlah bumbu dapur mengalami kenaikan signifikan. Dua komoditas yang paling terdampak adalah Asam Sunti dan Serai dapur, yang kini dijual jauh di atas harga normal.
Pantauan di sejumlah pasar di Kota Panton Labu menunjukkan, harga serai dapur yang biasanya dijual Rp10.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, asam sunti yang sebelumnya dijual Rp25.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu terganggunya pasokan akibat banjir besar. Jika sebelumnya serai dapur dan asam sunti merupakan produk lokal, pasca banjir pedagang terpaksa mendatangkan pasokan dari Medan, Sumatera Utara, guna memenuhi kebutuhan pasar.
“Biasanya serai dapur dan asam sunti itu produk lokal dengan harga stabil. Setelah banjir, pasokan berkurang sehingga kami mendatangkannya dari Medan. Biaya angkut tinggi, harga pun ikut naik,” ujar Tengku Yus, pedagang sembako dan sayur di Aceh Timur.
Ia menambahkan, kondisi ini cukup memberatkan masyarakat karena kebutuhan dapur tetap harus dipenuhi, sementara daya beli warga menurun pasca bencana.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan produksi lokal dan menstabilkan harga bahan pokok agar lonjakan harga tidak terus berlanjut. (*)
