BERITA TERKINI

Ketua JASA Cot Girek: Kerusakan Hutan Perparah Banjir di Aceh, Penanganan Dinilai Lamban

Hanafiah, Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Dok Ist. 

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara Hanafiah, menilai banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, melainkan juga dipicu oleh kerusakan lingkungan, khususnya hutan yang terus mengalami degradasi.

Menurut Hanafiah, dampak terparah banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen. Bencana tersebut merupakan kombinasi banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, permukiman warga, serta menimbulkan korban jiwa.

“Kerusakan hutan yang masif menjadi salah satu faktor utama yang memperparah banjir. Ketika daya serap alam menurun, air tidak lagi tertahan dan langsung menerjang permukiman,” ujar Hanafiah kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Ia juga menyoroti penanganan bencana oleh pemerintah yang dinilainya belum optimal. Hanafiah menyebut, hingga saat ini respons pemerintah masih terkesan lamban, terutama dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

“Banjir dan longsor ini melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh. Namun sampai sekarang belum ada penetapan sebagai bencana nasional. Ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga 21 Desember 2025, bencana tersebut telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, puluhan warga dilaporkan hilang, serta ribuan lainnya mengalami luka-luka dan harus mengungsi.

Hanafiah berharap pemerintah pusat segera turun tangan secara lebih serius, termasuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan hutan di Aceh serta mempercepat langkah-langkah penanganan bencana dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya bantuan darurat, tetapi juga langkah nyata untuk mencegah bencana serupa tidak terulang di masa depan,” pungkasnya.(*)