BERITA TERKINI

Berita Terkini: Banjir Aceh Utara Lumpuhkan Hampir Seluruh Wilayah, Status Ditingkatkan Menjadi Tanggap Darurat


ACEH UTARA | PASESATU.COM
- Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak beberapa hari terakhir menyebabkan hampir seluruh wilayah lumpuh total. 

Menurut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli, Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai utama, di antaranya Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Nisam. 

Tingginya debit air memperburuk kerusakan sarana, prasarana, infrastruktur, lahan pertanian, tambak, serta membuat ribuan rumah penduduk terendam.

Kondisi semakin kritis akibat padamnya jaringan internet (blackout) di beberapa wilayah, sehingga proses evakuasi dan distribusi logistik menuju lokasi pengungsian mengalami hambatan, Sebut Muntasir. 

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi meningkatkan status siaga bencana menjadi tanggap darurat banjir melalui surat Nomor 360/851/2025, yang ditandatangani Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, MM (Ayah Wa). Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025.

Data Sementara BPBD Aceh Utara (Update: Rabu, 26 November 2025, Pukul 10.30 WIB)

1. Wilayah Terdampak
Sebanyak 19 kecamatan terendam banjir, yaitu:
Tanah Jambo Aye (22 desa), Seuneddon (20), Baktiya (40), Muara Batu (10), Langkahan (8), Syamtalira Aron (14), Samudera (7), Baktiya Barat (6), Lapang (11), Dewantara (16), Matangkuli (4), Bandar Baro (1), Lhoksukon (28), Pirak Timu (19), Sawang (5), Nibong (10), Tanah Luas (1), Muara Mulia (9), dan Kuta Makmur (7).

2. Korban dan Pengungsi

  • Warga terdampak: 46.830 jiwa (17.742 KK)
  • Pengungsi: 44.350 jiwa (14.713 KK) di 35 lokasi
  • Ibu hamil: 64 jiwa
  • Balita: 490 jiwa
  • Lansia: 526 jiwa
  • Disabilitas: 12 jiwa

3. Kerusakan Fisik

  • Rumah rusak berat: 13 unit
  • Rusak sedang: 67 unit
  • Rusak ringan: 50 unit
  • Lahan terendam: 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak
  • Infrastruktur rusak: 9 titik tanggul sungai jebol dan 1 jembatan di Krueng Sawang putus

Kebutuhan Mendesak

BPBD menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:

  • Bantuan evakuasi dan penyelamatan
  • Makanan pokok dan logistik masa panik
  • Alat berat untuk normalisasi aliran sungai dan akses jalan. (*)