Banjir Meluas di Aceh Utara, 18 Kecamatan Terdampak dan Ribuan Warga Mengungsi
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan pernyataan resmi terkait banjir yang meluas di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mewakili Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, MM (Ayah Wa).
Dalam pernyataan tertulis yang diterima pasesatu pada 26 November 2025, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan langkah-langkah percepatan penanganan banjir yang telah berdampak pada ribuan warga di 18 kecamatan.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meminta seluruh perangkat daerah untuk bekerja maksimal dalam penanganan darurat, evakuasi, serta pelayanan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak banjir,” kata Muntasir Ramli menyampaikan arahan Bupati.
Bupati menegaskan sejumlah instruksi kepada perangkat daerah, antara lain:
1. BPBD Aceh Utara diminta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam proses evakuasi dan penyelamatan warga, mengingat keterbatasan peralatan dan personel SAR.
2. Kepala OPD diminta tetap siaga untuk memudahkan koordinasi penanganan banjir yang meluas akibat tingginya curah hujan dan jebolnya beberapa titik tanggul sungai.
3. Kepala Puskesmas diminta menyiagakan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan di lokasi pengungsian, terutama bagi kelompok rentan.
4. Dinas PUPR diperintahkan mengerahkan alat berat guna melakukan normalisasi pada lokasi-lokasi yang tersumbat.
5. Para camat agar tetap berada di wilayah masing-masing dan terus melaporkan kondisi lapangan.
6. Dinas Sosial diperintahkan mempercepat penyaluran bantuan masa panik.
7. Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena debit air sungai masih terus naik.
Banjir melanda 18 kecamatan, masing-masing dengan kondisi sebagai berikut:
- Tanah Jambo Aye — 11 desa, tinggi air 30–80 cm.
- Seuneddon — 20 desa, 30–80 cm; 200 ha lahan pertanian dan tambak terendam.
- Langkahan — 2 desa; 1 rumah amblas akibat abrasi.
- Baktia — 36 desa; tinggi air hingga 150 cm.
- Samudera — Tanggul jebol di beberapa desa, pemukiman terendam.
- Syamtalira Aron — Tanggul Krueng Pase tergerus dan berpotensi jebol.
- Baktia Barat — Warga mengungsi ke meunasah dan gudang sawit.
- Lapang — Sawah, tambak, dan area pembuatan garam terendam.
- Dewantara — 1 rumah rusak berat akibat longsor.
- Matangkuli — 4 desa; air mencapai 30–300 cm.
- Banda Baro — Pendataan masih berlangsung.
- Lhoksukon — Tanggul jebol merendam permukiman.
- Pirak Timu — Pendataan berlangsung.
- Sawang — Air 3–4 meter; seluruh warga mengungsi; jembatan gantung putus dan hanyut.
- Nibong — Tanggul jebol menerjang permukiman.
- Tanah Luas — Rumah warga terendam.
- Meurah Mulia — Sejumlah rumah terendam.
- Muara Batu — 10 desa; air 30–100 cm; warga mengungsi ke rumah keluarga.
Data Dampak Banjir
- Total warga terdampak: 4.451 jiwa (2.668 KK)
- Pengungsi: 3.507 jiwa (1.270 KK)
- Jumlah lokasi pengungsian: 16 titik
Kelompok rentan
- Ibu hamil: 15 jiwa
- Balita: 373 jiwa
- Lansia: 148 jiwa
- Disabilitas: 7 jiwa
Kerusakan
- Rumah rusak berat: 3 unit
- Rumah rusak sedang: 17 unit
- Rumah rusak ringan: 6 unit
- Sawah terendam: 620 hektar
- Tambak terendam: 571 hektar
- Tanggul rusak: 8 titik
- Jembatan putus: 1 unit (Sawang)
BPBD Aceh Utara melaporkan kebutuhan prioritas berupa:
- Peralatan evakuasi dan penyelamatan
- Makanan pokok
- Logistik masa panik
- Alat berat untuk normalisasi aliran air
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengharapkan dukungan semua pihak agar penanganan darurat dapat berjalan lebih optimal. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi bila kondisi tidak aman,” ujar Muntasir Ramli menutup pernyataan resmi tersebut.(*)
