BERITA TERKINI

Pasca Damai Aceh, Cek Bay Geluti Ilmu Politik Kini Sukses Jadi Anggota DPRK

Pasca Damai Aceh, Cek Bay Geluti Ilmu Politik Kini Sukses Jadi Anggota DPRK

ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkan Nasrizal atau yang dikenal sebagai Cek Bay untuk melanjutkan pengabdian sebagai Anggota DPRK Aceh Utara periode 2024–2029. Ini menjadi periode kedua bagi politisi dari Partai Aceh tersebut, sekaligus bukti nyata bahwa kinerja dan komitmennya mendapat pengakuan luas dari masyarakat.

Keberhasilan kembali terpilih ini bukan tanpa alasan. Selama periode pertama (2019–2024), Cek Bay telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya di daerah pemilihan Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Langkahan, Cot Girek, dan Lhoksukon.

Berangkat dari latar belakang sebagai eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka, Cek Bay memilih jalur politik sebagai bentuk lanjutan perjuangan pasca damai Aceh. Sejak 2007, ia aktif membangun kekuatan politik melalui Partai Aceh bersama rekan-rekan seperjuangan.

Pada Pemilu 2019, ia berhasil meraih suara terbanyak dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara yang membidangi pembangunan. Dalam posisi tersebut, ia fokus pada sektor strategis seperti infrastruktur, sumber daya air, perumahan rakyat, hingga lingkungan hidup.

Namun, memasuki periode kedua (2024–2029), Cek Bay menegaskan bahwa pengabdiannya akan lebih ditingkatkan. Ia tidak hanya ingin melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga memperluas dampak pembangunan agar semakin merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh Utara.

Salah satu capaian penting pada periode pertama adalah upaya penyediaan air bersih di Kecamatan Cot Girek. Wilayah yang dulunya kesulitan air kini mulai menikmati aliran air bersih dari Krueng Peuto. Program ini menjadi fondasi penting yang akan terus dikembangkan pada periode kedua agar menjangkau seluruh desa secara menyeluruh.

Di bidang infrastruktur, Cek Bay juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan jalan, peningkatan fasilitas umum, serta memperkuat konektivitas antar wilayah. Baginya, pembangunan harus berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Periode kedua ini adalah momentum untuk memperkuat apa yang sudah kita mulai. Tidak boleh berhenti di tengah jalan, justru harus kita tuntaskan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, pada periode kedua ini Cek Bay juga menaruh perhatian lebih pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial. Program bantuan untuk fakir miskin, anak yatim, serta kelompok rentan akan terus diperluas dan diperkuat.

Kedekatannya dengan masyarakat juga akan tetap menjadi prioritas. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu hadir di tengah masyarakat baik dalam kondisi suka maupun duka. Tradisi turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga akan terus dipertahankan sebagai bagian dari gaya kepemimpinannya.

Tidak hanya itu, perannya di lembaga legislatif juga semakin strategis. Pada periode kedua ini, Cek Bay dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Utara, yang memberinya ruang lebih besar dalam memperjuangkan kebijakan pro-rakyat.

Di internal partai, ia tetap memegang peran penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Kecamatan Cot Girek. Sementara dalam struktur Komite Peralihan Aceh, ia menjabat sebagai Ule Kompi sebuah posisi yang menunjukkan kuatnya akar perjuangan yang masih ia pegang hingga saat ini.

Ciri khasnya yang selalu mengenakan jas merah juga tetap melekat. Baginya, atribut tersebut adalah simbol kebanggaan dan pengingat akan perjuangan panjang Partai Aceh dalam membawa perubahan di tanah rencong.

“Jas merah ini adalah semangat. Ketika saya memakainya, saya ingat bahwa tugas kita belum selesai. Kita harus terus bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Dukungan masyarakat yang kembali mengantarkannya ke kursi legislatif menjadi energi baru bagi Cek Bay untuk bekerja lebih maksimal. Periode kedua ini bukan sekadar kelanjutan, tetapi juga fase pembuktian untuk menghadirkan pembangunan yang lebih besar, lebih merata, dan lebih berdampak.

Dengan pengalaman yang telah teruji, jaringan yang semakin kuat, serta komitmen yang tidak berubah, Cek Bay optimistis mampu membawa Aceh Utara ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Periode kedua ini menjadi penegasan bahwa kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan bagi Cek Bay, perjuangan itu masih terus berlanjut.***