Hunian Darurat Belum Tersedia, Korban Banjir Bukit Padang Bertahan Secara Mandiri
Font Terkecil
Font Terbesar
Hingga Selasa (23/12/2025), sebanyak 56 kepala keluarga di Desa Bukit Padang masih bertahan dalam kondisi darurat. Mereka terpaksa membangun hunian sementara secara mandiri karena belum menerima bantuan tenda dari pemerintah maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di lokasi, warga memanfaatkan terpal bekas, plastik robek, dan kayu seadanya untuk dijadikan tempat berlindung dari hujan dan dinginnya malam. Kondisi tersebut dinilai belum layak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga rentan lainnya.
Salah seorang warga mengatakan, keterbatasan membuat mereka tidak memiliki pilihan lain. “Kami sudah melapor, tapi sampai sekarang belum ada tenda. Kalau tidak membangun sendiri, kami tidak punya tempat berteduh,” ujarnya.
Di antara para korban, terdapat seorang janda yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia harus mendirikan hunian darurat sederhana tanpa dukungan logistik memadai.
Warga menyebutkan bahwa situasi ini telah disampaikan kepada aparatur desa dan pihak terkait. Namun hingga kini, bantuan berupa tenda atau hunian sementara belum juga diterima oleh puluhan keluarga yang masih bertahan di lokasi terdampak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pendataan lanjutan serta menyalurkan bantuan secara merata. Bagi warga Bukit Padang, hunian darurat bukan sekadar fasilitas sementara, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keselamatan dan kelangsungan hidup pascabencana.(*)
