BERITA TERKINI

Aceh Tengah Masih Terisolasi Pascabanjir, Akses Jalan Terputus dan Listrik Belum Stabil


ACEH TENGAH | PASESATU.COM
— Hampir sebulan setelah banjir besar melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak 26 November 2025, kondisi kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya pulih. Akses jalan utama menuju dan di dalam kabupaten tersebut masih terputus akibat longsor dan kerusakan parah, sehingga mobilitas warga serta distribusi logistik menjadi sangat terbatas.

Terputusnya jalur transportasi berdampak langsung pada penyaluran bantuan kemanusiaan. Sejumlah wilayah hanya dapat dijangkau melalui jalur alternatif dengan kondisi yang rawan, sementara beberapa titik sama sekali belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Selain persoalan infrastruktur jalan, gangguan jaringan listrik juga masih dirasakan warga. Pasokan listrik di beberapa kawasan belum kembali normal dan masih diberlakukan sistem pembagian arus.
“Listrik di tempat kami belum stabil. Kadang menyala hari ini, besok baru hidup lagi,” ujar seorang warga Aceh Tengah, Selasa (23/12/2025).

Kondisi tersebut menambah beban warga, terutama bagi keluarga yang masih bertahan di hunian sementara atau rumah yang rusak akibat terjangan banjir. Keterbatasan listrik turut mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk penerangan, penyimpanan bahan makanan, dan akses komunikasi.

Banjir yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir itu menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur vital. Sejumlah tiang listrik dilaporkan tumbang, jaringan telekomunikasi terganggu, dan beberapa jembatan mengalami kerusakan serius, sehingga menyulitkan mobilisasi masyarakat.

Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat terus melakukan upaya pemulihan, mulai dari pembukaan jalur alternatif hingga perbaikan jaringan listrik. Namun, proses perbaikan diakui berjalan bertahap karena medan yang sulit dan masih adanya potensi longsor susulan di sejumlah titik rawan.

Dampak sosial pascabencana juga kian terasa. Aktivitas ekonomi masyarakat belum berjalan normal, anak-anak mengalami kesulitan mengikuti kegiatan belajar, dan sebagian warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, bersama instansi terkait di tingkat provinsi dan nasional, dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan menstabilkan layanan dasar, terutama akses jalan, listrik, serta distribusi logistik. Pemulihan tersebut dinilai penting agar roda kehidupan warga Aceh Tengah dapat kembali berjalan secara normal.

Bencana banjir di Aceh Tengah menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan penguatan infrastruktur di daerah rawan bencana. Hingga kini, warga masih berjuang menata kembali kehidupan mereka sambil menunggu proses pemulihan yang berkelanjutan. (*) 

Editor : Syahrul