Camat Meurah Mulia Dorong UMKM Desa Naik Kelas di Momentum 800 Tahun Aceh Utara
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 dinilai menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Camat Meurah Mulia, Abd. Rahman, S.Sos., mengapresiasi rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada 7–13 September 2026 tersebut.
Menurutnya, kegiatan peringatan 800 tahun tidak sebatas mengingat kembali perjalanan sejarah Samudera Pasai. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat, termasuk produk UMKM, seni, adat, dan kebudayaan lokal.
“Kami dari Kecamatan Meurah Mulia sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Harlah Aceh Utara ke-800. Di sini kita bisa mengenang sejarah Aceh Utara dan Samudera Pasai yang begitu terkenal pada masanya hingga Asia Tenggara,” kata Abd. Rahman.
Kecamatan Meurah Mulia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan membuka stan yang memamerkan sejumlah produk unggulan masyarakat.
Salah satu produk yang dipamerkan ialah sandal jepit buatan industri rumahan dari Gampong Prie Keutapang. Produk yang awalnya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat itu perlahan mulai menembus pasar di luar Kecamatan Meurah Mulia.
Abd. Rahman menyebut pemasaran sandal tersebut kini telah menjangkau sejumlah daerah, seperti Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Bireuen. Distribusinya dilakukan melalui jaringan penyalur dalam skala kecil.
“Pasarnya sudah sampai Lhokseumawe, Aceh Timur dan Bireuen. Ini melalui penyalur kecil-kecilan, tetapi sudah banyak yang terjual,” ujarnya.
Selain produk sandal, stan Kecamatan Meurah Mulia juga memamerkan aneka makanan olahan masyarakat, termasuk kerupuk dan berbagai jenis kue.
Abd. Rahman menilai sektor UMKM di wilayahnya memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Namun, aktivitas produksi sejumlah pelaku usaha sempat terganggu akibat banjir yang melanda wilayah Meurah Mulia.
“Kemarin usaha masyarakat juga terkena banjir sehingga saat pameran ini kami kekurangan produk. Sekarang masyarakat di Meurah Mulia sudah mulai kembali ke sawah, sehingga tidak sempat membuat produk seperti biasanya,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan produk untuk kegiatan pameran. Setelah kondisi mulai membaik, sebagian masyarakat kembali fokus mengelola lahan pertanian.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Abd. Rahman melihat keberadaan produk lokal yang telah berhasil dipasarkan hingga ke beberapa kabupaten/kota sebagai indikator bahwa usaha rumahan di tingkat gampong memiliki prospek untuk berkembang.
Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM terus diperkuat. Dukungan tersebut antara lain berupa peningkatan kapasitas produksi, pengurusan legalitas usaha, perluasan pemasaran, serta promosi produk lokal.
Untuk aspek perizinan, kata Abd. Rahman, sebagian produk UMKM di Kecamatan Meurah Mulia sudah memiliki dokumen legalitas. Namun, masih ada sejumlah produk yang proses pengurusannya belum rampung.
Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal bagi produk makanan olahan. Menurutnya, sertifikasi tersebut dapat meningkatkan keyakinan konsumen sekaligus membantu pelaku usaha memperluas pasar.
“Sebagian sudah ada, sebagian masih dalam pengurusan. Mudah-mudahan pemerintah cepat memberikan label halal kepada home industry masyarakat,” ucapnya.
Apresiasi untuk Pemkab Aceh Utara
Camat Meurah Mulia turut memberikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Ayah Wa, atas penyelenggaraan rangkaian peringatan 800 tahun Aceh Utara dan Samudera Pasai.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Menurutnya, kegiatan serupa seharusnya dapat memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong ekonomi lokal, menjaga kebudayaan, serta mendukung pembangunan daerah.
Abd. Rahman mengatakan gagasan untuk menggelar kegiatan yang mengangkat sejarah Samudera Pasai sebelumnya telah pernah direncanakan. Namun, pada pemerintahan saat ini, rangkaian kegiatan tersebut akhirnya dapat direalisasikan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ayah Wa. Semoga program Aceh Utara Bangkit betul-betul membuat Aceh Utara bangkit dari segala aspek,” ungkapnya.
Ia juga berharap pameran UMKM, seni, dan kebudayaan yang menjadi bagian dari Milad Samudera Pasai ke-800 dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Abd. Rahman, kegiatan semacam itu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus membuka peluang bertemu dengan konsumen dan jaringan pemasaran baru.
“Kami sangat mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan. Tahun ini menjadi pelaksanaan pertama dalam rangka 800 tahun, mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” pungkasnya.
Rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 berlangsung selama tujuh hari, 7–13 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat berbagai aspek sejarah, adat, kebudayaan, serta potensi ekonomi masyarakat Aceh Utara.***




