BERITA TERKINI

Ayah Wa Pastikan Milad Samudera Pasai Digelar Setiap Tahun, Dorong Generasi Kenali Sejarah Aceh Utara

Ayah Wa Pastikan Milad Samudera Pasai Digelar Setiap Tahun, Dorong Generasi Kenali Sejarah Aceh Utara

ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa memastikan peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Hal itu disampaikan Ayah Wa seusai mengikuti prosesi penurunan bendera Aceh Utara yang menjadi salah satu rangkaian penutup peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).

Menurut Ayah Wa, peringatan tersebut tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mengingat kembali sejarah dan kejayaan masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan Sultan Malikussaleh dan Samudera Pasai.

“Yang penting, apa yang harus kita peringati di 800 tahun ini adalah untuk mengenal kejayaan dan sejarah indatu-indatu kita,” kata Ayah Wa.

Ia menilai sejarah Samudera Pasai memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh Utara karena kawasan tersebut menjadi bagian dari jejak sejarah Kesultanan Samudera Pasai.

Karena itu, Ayah Wa mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerahnya. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah merupakan bagian penting dalam membangun jati diri generasi penerus.

“Putra-putri kita harus tahu bagaimana sejarah Malikussaleh. Karena sejarah tersebut adalah jati diri kita. Kalau kita tidak mengenal sejarah, kita tidak tahu siapa diri kita,” ujarnya.

Ayah Wa juga memastikan kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

“Alhamdulillah, kita akan melaksanakan setiap tahun,” katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan tahun ini berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Menurut Ayah Wa, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan untuk melihat sejauh mana dampaknya bagi masyarakat.

Selain aspek sejarah dan budaya, Ayah Wa menilai rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, sejumlah pelaku usaha yang berjualan selama kegiatan mengaku mendapatkan peningkatan pendapatan.

“Yang perlu kita lihat dari masyarakat. Masyarakat meminta kepada saya jangan ditutup dulu. Masyarakat minta satu minggu lagi karena putaran ekonomi,” ungkapnya.

Ayah Wa kemudian mencontohkan pengalaman seorang pedagang yang disebutnya memperoleh pendapatan sekitar Rp15 juta dalam satu malam.

“Satu malam dapat Rp15 juta. Coba bagaimana putaran ekonomi yang sudah lama membeku,” katanya.

Ia berharap momentum tersebut dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonomi, terutama pelaku usaha kecil dan pedagang yang terlibat dalam kegiatan.

Ayah Wa menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengangkat sejarah dan budaya Aceh Utara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga kali ini masyarakat bisa menikmati suasana yang begitu (baik). Suka kita menjaga adat dan menjaga masyarakat,” ujarnya.

Prosesi penurunan bendera tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian utama peringatan Milad Samudera Pasai ke-800. Namun, Ayah Wa memastikan semangat mengenalkan sejarah Samudera Pasai dan menggerakkan ekonomi masyarakat akan terus dilanjutkan melalui kegiatan-kegiatan berikutnya.***