Abdullah, M.Ag, Sosok dengan Latar Hukum Islam dan Pengalaman Organisasi dalam Seleksi Dewan Pengawas Tirta Pase
Font Terkecil
Font Terbesar
PASESATU.COM — Proses seleksi calon anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pase Kabupaten Aceh Utara masa jabatan 2026–2030 memasuki tahapan penting. Dari sejumlah peserta yang mengikuti proses tersebut, Abdullah, M.Ag. menjadi salah satu kandidat yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.
Dalam pengumuman Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pase Kabupaten Aceh Utara Nomor 500/26/Pansel/Perumda/2026 tertanggal 8 September 2026, Abdullah tercatat dengan nomor peserta DP-TIRTA-PASE-2026-0003.
Kandidat asal Glumpang Bungkok, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ini membawa latar belakang pendidikan hukum Islam, pengalaman organisasi kemahasiswaan, kegiatan kepemimpinan, serta pengalaman mengikuti forum kelembagaan tingkat nasional.
Pendidikan Hukum Menjadi Fondasi
Abdullah menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri 18 Matang Reudeup pada 2000, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 3 Baktiya dan SMA Negeri 1 Baktiya.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 2006, ia melanjutkan pendidikan tinggi di STAIN Malikussaleh hingga 2012.
Tidak berhenti di jenjang tersebut, Abdullah kemudian memperdalam keilmuan melalui Universitas Islam Negeri Sumatera Utara-Medan, Jurusan Hukum Islam, yang diselesaikannya pada 2017.
Latar pendidikan tersebut menjadi salah satu modal akademik dalam memahami aspek hukum, regulasi, kelembagaan, serta tata kelola organisasi.
Abdullah juga pernah mengikuti Sekolah Demokrasi Aceh Utara Angkatan I, yang menjadi bagian lain dari pengalaman pendidikannya di luar jalur formal.
Pengalaman Organisasi Membentuk Kemampuan Kelembagaan
Pengalaman Abdullah tidak hanya dibangun melalui bangku kuliah. Sejak menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisasi dan forum kemahasiswaan.
Ia tercatat pernah terlibat dalam:
- DEMA Syariah STAIN Malikussaleh
- FORMASI (Forum Mahasiswa Syariah Indonesia)
- BEM STAIN Malikussaleh
- MPM STAIN Malikussaleh
- FL2MI (Forum Legislasi Mahasiswa Indonesia)
Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi Abdullah untuk berinteraksi dengan berbagai persoalan organisasi, kepemimpinan, representasi mahasiswa, serta proses pengambilan keputusan.
Bagi seorang calon Dewan Pengawas, pengalaman berorganisasi tersebut menjadi rekam jejak yang relevan, khususnya dalam memahami dinamika kelembagaan dan pentingnya fungsi pengawasan.
Pernah Mengikuti Forum Nasional
Pengalaman organisasi Abdullah juga membawanya mengikuti sejumlah kegiatan di tingkat nasional.
- Pada 2009, ia mengikuti Pelatihan Kepemimpinan di Padangsidimpuan.
- Setahun berikutnya, ia mengikuti Gebyar Ekonomi Syariah Indonesia di Semarang.
- Pada 2011, Abdullah mengikuti Rakernas FL2MI di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, serta Rakor FL2MI di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan pengalaman kepemimpinan, organisasi, ekonomi syariah, serta forum legislasi mahasiswa.
Ketertarikan pada Hukum dan Persoalan Kepercayaan Publik
Bidang akademik juga menjadi bagian penting dari rekam jejak Abdullah.
Dalam daftar riwayat hidupnya, ia mencantumkan karya tulis “Mencari Kepercayaan yang Hilang” serta karya akademik berjudul “Studi Komparatif Alat Bukti Zina Menurut Qanun Jinayah No. 06 Tahun 2014 dan Fiqh Syafi'iyah.”
Karya tersebut menunjukkan ketertarikannya terhadap persoalan hukum, regulasi, dan hubungan antara aturan dengan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, tema tentang kepercayaan juga memiliki relevansi tersendiri dalam pengelolaan lembaga publik. Kepercayaan masyarakat merupakan salah satu modal penting yang perlu dijaga melalui transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap aturan.
Menempatkan Pengawasan sebagai Fungsi Penting
Jika dipercaya menduduki posisi Dewan Pengawas, latar belakang hukum, pengalaman organisasi, dan pemahaman kelembagaan menjadi bekal yang dapat dikembangkan untuk menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif.
Dewan Pengawas tidak hanya dituntut memahami persoalan administrasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan melihat tata kelola secara menyeluruh, termasuk aspek kepatuhan terhadap regulasi, akuntabilitas, efektivitas pengelolaan, serta kepentingan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam konteks Perumda Air Minum Tirta Pase, tantangan tersebut menjadi semakin penting karena perusahaan daerah tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat Aceh Utara.
Karena itu, proses seleksi bukan semata-mata mencari seseorang dengan latar belakang pendidikan tertentu, tetapi juga figur yang memiliki kapasitas, pengalaman, kemampuan memahami persoalan kelembagaan, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik.
Dari Pengalaman Menuju Pengabdian
Perjalanan Abdullah dari lingkungan pendidikan di Aceh Utara, dunia akademik, organisasi mahasiswa hingga forum tingkat nasional menjadi bagian dari rekam jejak yang kini dibawanya dalam proses seleksi Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pase.
Dengan latar pendidikan Magister Agama (M.Ag.), konsentrasi keilmuan hukum Islam, serta pengalaman organisasi dan kepemimpinan, Abdullah hadir dalam proses seleksi dengan bekal yang beragam.
Ia juga memiliki motto yang mencerminkan pandangan pribadinya dalam membangun keberhasilan:
“Kesuksesan dimulai dari hal-hal kecil.”
Bagi Abdullah, perjalanan menuju sebuah tanggung jawab besar dapat dimulai dari pengalaman-pengalaman kecil yang membentuk disiplin, kepemimpinan, kemampuan bekerja bersama, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
Kini, Abdullah menjadi salah satu dari 10 peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dalam seleksi calon anggota Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Pase Kabupaten Aceh Utara masa jabatan 2026–2030.
Tahapan selanjutnya akan menjadi ruang bagi panitia seleksi untuk menilai lebih jauh kapasitas dan kelayakan masing-masing kandidat berdasarkan mekanisme serta kriteria yang telah ditetapkan.
Pada akhirnya, rekam jejak, kompetensi, integritas, dan kemampuan memahami fungsi pengawasan menjadi bagian penting dalam menentukan figur yang paling sesuai untuk mengemban amanah tersebut.***




