MTQ ke-36 Matangkuli Resmi Digelar, Cetak Generasi Qur’ani dan Berprestasi
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| Kepala Dinas Syariat Islam Hadaini saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan MTQ |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-36 tingkat Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, resmi dimulai, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani di tengah masyarakat.
MTQ tahun ini mengangkat tema “Membumikan Al-Qur’an untuk Matangkuli yang Harmonis, Religius, dan Berkemajuan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bahan bacaan maupun materi perlombaan, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejumlah peserta dari berbagai wilayah dalam Kecamatan Matangkuli mengikuti cabang-cabang musabaqah yang diperlombakan. Mereka tampil membawa semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.
Ketua Panitia MTQ ke-36 Kecamatan Matangkuli, H. Vicky Maldini, S.TP., M.S.M., yang juga merupakan Sekretaris Jenderal MPC Pemuda Pancasila Aceh Utara, turut memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kehadiran pemerintah daerah juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Wakil Bupati Aceh Utara diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara.
Pelaksanaan MTQ ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia dan mampu mengembangkan potensi di bidang keagamaan.
Di sisi lain, MTQ juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi antara masyarakat, peserta, tokoh agama, pemuda dan unsur pemerintahan.
Masyarakat berharap dari MTQ ke-36 ini akan lahir qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama Kecamatan Matangkuli pada MTQ tingkat Kabupaten Aceh Utara.
Dengan semangat “Membumikan Al-Qur’an”, MTQ Matangkuli diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai bagian nyata dalam kehidupan masyarakat menuju Matangkuli yang harmonis, religius dan berkemajuan.***



