Kemunculan Manusia Silver Gegerkan Pengunjung Warung Kopi di Perbatasan Aceh Timur-Aceh Utara
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Kemunculan seorang yang dikenal sebagai “manusia silver” di sebuah warung kopi di kawasan perbatasan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, sontak membuat para pengunjung terkejut.
Kehadiran sosok dengan tubuh dicat berwarna perak tersebut menjadi pemandangan yang terbilang baru bagi masyarakat setempat. Selama ini, fenomena manusia silver lebih sering dilihat masyarakat melalui tayangan televisi maupun media sosial.
“Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi di daerah kita. Biasanya hanya melihat di TV-TV dan media sosial,” kata Rafly Raden, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.
Menurut Rafly, fenomena manusia silver tidak semata-mata harus dipandang sebagai persoalan ketertiban umum. Keberadaan anak jalanan yang mengecat tubuhnya dengan warna perak dan meminta uang kepada masyarakat, menurutnya, juga berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi.
Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat memikirkan langkah penanganan yang lebih menyeluruh terhadap fenomena tersebut.
“Pemerintah daerah atau dinas terkait harus berpikir lebih jauh mengenai cara mengatasi kehadiran mereka di jalanan, bukan hanya melakukan tindakan reaksional seperti menangkap mereka,” ujarnya.
Rafly menilai, pendekatan yang hanya mengedepankan penertiban dikhawatirkan tidak menyelesaikan persoalan utama. Menurutnya, anak jalanan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pelaku kriminal karena keberadaan mereka lebih berkaitan dengan persoalan sosial.
“Kalau tindakan reaksional itu karena bersifat kriminal. Sementara anak jalanan bukan kriminal. Ini bukan sebuah kejahatan, tapi masalah kesenjangan sosial, ekonomi dan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar fenomena manusia silver tersebut tidak berkembang dan kemudian ditiru oleh anak-anak lainnya di Aceh. Karena itu, diperlukan langkah preventif, pembinaan, serta perhatian terhadap kondisi ekonomi dan pendidikan anak-anak yang berada di jalanan.
Kemunculan manusia silver tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama, bukan hanya dari sisi ketertiban, tetapi juga sebagai sinyal adanya persoalan sosial yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara serius dan manusiawi.
Rafly mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti manusia silver tersebut berasal dari daerah mana. Ia hanya menyebut kemunculannya di kawasan perbatasan Aceh Timur-Aceh Utara tepatnya di Desa Tanjong Minjei Kecamatan Madat, menjadi pemandangan yang cukup mengejutkan bagi warga setempat.***



