BERITA TERKINI

Hama Tikus Kepung Lahan Padi Madat, Petani Gagal Panen Menunggu Respons Dinas


ACEH TIMUR | PASESATU.COM
– Para petani di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang belum sepenuhnya pulih dari trauma banjir, kini kembali menghadapi pukulan berat setelah tanaman padi mereka diserang hama tikus secara masif. Ancaman ini kembali menghantam sektor pertanian dan menyebabkan sejumlah petani dilaporkan mengalami gagal panen.

Sejumlah desa yang terdampak antara lain Rambong Lop, Matang Jrok, Matang Nibong, Paya Naden, Paya Demam Peut, Ulee Ateung, Madat, hingga Tanjong Minjei.

Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil sawah. Tanaman yang semestinya menjadi sumber pangan dan pendapatan justru rusak sebelum memberikan hasil.

Imum Mukim Kecamatan Madat, Azhar Ab, meminta dinas terkait tidak hanya menerima laporan dari meja kantor, tetapi turun langsung melihat kondisi persawahan yang terdampak.
“Kami meminta Dinas terkait turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi petani. Para petani yang ikut terdampak sangat mengharapkan perhatian dari Dinas terkait,” kata Azhar, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, persoalan hama tikus tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa jika sudah menyebabkan petani gagal panen di sejumlah desa.

Pertanyaannya, sampai kapan petani harus menghadapi persoalan ini sendiri?
Jika tidak segera dilakukan langkah penanganan, serangan hama berpotensi terus meluas dan mengancam musim tanam berikutnya. Petani membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pendataan atau imbauan.
Pemerintah melalui instansi teknis dinilai perlu segera melakukan identifikasi luas lahan yang gagal panen, pemetaan titik serangan hama, pengendalian hama secara terpadu, serta memberikan pendampingan kepada petani.

Kondisi di lapangan juga menjadi ujian bagi keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Sebab, ketika petani mengalami gagal panen akibat hama, dampaknya bukan hanya menyangkut pendapatan keluarga petani, tetapi juga dapat berimbas terhadap ketersediaan dan harga pangan di tingkat masyarakat.

Azhar berharap keluhan petani di sejumlah desa di Kecamatan Madat mendapat perhatian serius dan segera ditindaklanjuti.
Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah sawah berubah menjadi lahan gagal panen dan petani semakin terpuruk.***

Penulis : Abdul Rafar