BERITA TERKINI

Pasokan Udang untuk MBG Hadapi Tantangan, Pedagang: Banyak Tambak Rusak Pascabanjir


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Rencana menjadikan udang sebagai salah satu sumber protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki nilai gizi yang baik. Namun, kesiapan pasokan di lapangan masih menjadi tantangan karena produksi udang lokal belum pulih sepenuhnya akibat kerusakan tambak pascabanjir.

Apa yang tersaji di piring anak-anak sekolah hari ini akan berpengaruh terhadap kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas mereka di masa depan. Karena itu, setiap pilihan menu dalam program MBG, termasuk wacana penggunaan udang sebagai sumber protein hewani, perlu mempertimbangkan tidak hanya kandungan gizi, tetapi juga aspek ketersediaan bahan baku, tata kelola distribusi, dan keberlanjutan pasokan.

Rusli Abdullah, pedagang ikan dan udang di Pasar Kota Panton Labu, Aceh Utara, mengatakan pasokan ikan hingga kini masih relatif mudah diperoleh. Sebaliknya, pasokan udang jauh lebih terbatas karena banyak tambak di Aceh Utara mengalami kerusakan saat banjir.

"Kalau ikan masih lumayan, barangnya tidak sulit kita dapat. Tapi kalau udang agak sulit karena banyak tambak di daerah ini rusak saat banjir. Untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG, saya harus memesan dari daerah lain seperti Langsa, Pidie, Bireuen, bahkan sampai Sumatera Utara," ujar Rusli, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai, apabila kebutuhan udang untuk program MBG terus meningkat, pemerintah perlu memastikan sistem distribusi berjalan baik agar pasokan tetap tersedia tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat di pasar umum maupun memicu kenaikan harga.

Program MBG sendiri dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik melalui penyediaan menu bergizi seimbang dengan kandungan protein yang memadai. Udang menjadi salah satu alternatif protein hewani yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Namun, implementasinya membutuhkan rantai pasok yang kuat, produksi yang berkelanjutan, serta penanganan bahan pangan sesuai standar keamanan pangan.

Pelaku usaha perikanan berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan baku untuk program MBG, tetapi juga mempercepat pemulihan tambak-tambak yang rusak akibat banjir. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi udang lokal kembali meningkat, mampu memenuhi kebutuhan program pemerintah, sekaligus menghidupkan kembali perekonomian masyarakat pesisir yang terdampak bencana.***

Penulis : Abdul Rafar