BERITA TERKINI

Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh Luncurkan Buku tentang Kebijakan Penanggulangan Bencana

Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh Luncurkan Buku tentang Kebijakan Penanggulangan Bencana

ACEH | PASESATU.COM 
– Dosen Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Malikussaleh, Dr. Ibrahim Chalid, resmi meluncurkan buku berjudul Kebijakan Bencana: Proses Pengambilan Kebijakan Publik dalam Keadaan Krisis pada kegiatan yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kantor Regional Banda Aceh di Aula LAN Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).

Buku tersebut membahas proses penyusunan dan pengambilan kebijakan publik ketika pemerintah menghadapi situasi krisis, khususnya bencana. Karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), akademisi, mahasiswa, serta masyarakat yang ingin memahami tata kelola kebijakan dalam kondisi darurat.

Peluncuran buku dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, yang juga berkontribusi sebagai salah satu penulis. Hadir pula Kepala LAN Aceh, Said Fadhil, MM, bersama sejumlah pejabat pemerintah, akademisi, praktisi, dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Aceh.

Dalam sambutannya, Dr. Ibrahim Chalid mengatakan buku tersebut disusun sebagai respons atas kebutuhan akan referensi yang mengulas mekanisme pengambilan keputusan pemerintah secara cepat, tepat, dan terukur saat menghadapi bencana maupun kondisi darurat.

"Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi para pembuat kebijakan, ASN, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam memahami proses pengambilan kebijakan di tengah kondisi krisis," ujar Ibrahim Chalid.

Sementara itu, Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq, menilai budaya literasi perlu terus diperkuat di lingkungan birokrasi. Menurutnya, karya ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman lapangan dapat meningkatkan kapasitas ASN dalam merumuskan kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Peluncuran buku ini bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari proses belajar yang berkelanjutan. Literasi bukan sekadar membaca, tetapi juga melahirkan gagasan, karya, dan solusi atas persoalan nyata. Buku ini menjadi contoh bagaimana pengalaman lapangan dapat didokumentasikan menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Saya mengajak ASN dan semua pihak untuk terus menulis dan berkarya agar pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bersama," kata Muhammad Taufiq.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LAN Aceh, Said Fadhil, berharap Kantor LAN Banda Aceh dapat terus menjadi wadah yang mendorong lahirnya karya ilmiah serta pemikiran kritis dari kalangan akademisi dan praktisi di Aceh.

Acara peluncuran ditutup dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab bersama peserta, serta penandatanganan buku oleh para penulis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kebijakan publik, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana dan tata kelola pemerintahan di masa krisis.***